Efek Pandemi, Pendapatan Sektor Pariwisata Kendal Turun Drastis

Foto ilustrasi: Objek wisata Curugsewu Kendal. (Foto dok Instagram @pesona_kendal).

 

HALO KENDAL – Pada masa pandemi Covid-19, pendapatan sektor pariwisata Pemerintah Kabupaten Kendal mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena sejumlah tempat pariwisata tidak beroperasi atau ditutup.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Kardiyantomo, saat ditemui halosemarang.id di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Jumat (5/3/2021).

“Tidak terpenuhinya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Kendal di sektor pariwisata tahun 2020 sebesar sebesar Rp 1,8 miliar, lantaran selama pandemi tempat wisata tutup dan baru dibuka pada bulan Juli 2020. Pertengahan tahun sudah dibuka tapi tidak efektif. Jadi pendapatan turun drastis, hanya mampu merealisasikan sekitar Rp 600 juta,” ungkapnya.

Ditambahkan, sektor pariwisata hanya menyumbang 34 persen dari yang ditargetkan. Penurunan target PAD sektor pariwisata mencapai 66 persen.

“Ketidak efektifan penerimaan pendapatan disebabkan karena di masa pandemi jumlah wisatawan yang berkunjung dibatasi maksimal 50 persen,” imbuh Kardiyantomo.

Selain itu, lanjutnya, minat masyarakat untuk berwisata juga menurun. Masyarakat rata-rata takut untuk keluar rumah atau berkerumun pada satu tempat.

“Dengan pembatasan seperti itu, jumlah pengunjung di tempat wisata jumlahnya masih di bawah 50 persen. Penurunan jumlah pengunjung mencapai 70 hingga 80 persen,” kata Kardiyantomo.

Penurunan ini tidak hanya terjadi di tempat wisata milik Pemda Kendal saja, tapi wisata yang dikelola swasta.

Di 2021 ini, sektor pariwisata kembali ditarget untuk memberikan pemasukan PAD Kendal sebesar Rp 1,8 miliar. Namun menurutnya, target tersebut akan disesuaikan lagi dengan melihat kondisi.

“Paling tidak di angka Rp 600 juta – Rp 800 juta. Hal itu lantaran tahun ini masih terjadi pandemi Covid-19,” jelas Kardiyantomo.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.