in

Dukungan Infrastruktur Masih Jadi Tantangan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Massal

Mobil listrik Toyota C+Pod dipamerkan di event Nasmoco Toyota Electric Vehicle Auto Show di Paragon Mal Semarang, 21-25 September 2022.

HALO BISNIS – Selain masalah batere yang terbilang mahal, sarana pendukung berupa infrastruktur masih menjadi tantangan penggunaan kendaraan listrik secara massal. Sehingga jika hal ini belum disiapkan, maka akan muncul permasalahan lainnya seperti akan terjadi antrean charging yang panjang.

Hal itu disampaikan Idwan Wiatmodjo, Selaku Regional Business Devision Head Nasmoco Group di sela-sela event Nasmoco Toyota Electric Vehicle Auto Show di Atrium Paragon Mal sekaligus mengenalkan salah satu mobil line up Toyota C+Pod (full battery vehicle), baru-baru ini.

Dikatakan Idwan, saat ini Toyota masih fokus untuk memasarkan kendaraan teknologi hybrid. Tentunya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan efisiensi saat ini. “Kendaraan Hybrid elektric vehicle (HEV) disesuaikan dengan kebutuhan, tidak perlu charging. Kalau mobil listrik jadi kendaraan massal sementara infrastuktur belum siap, justru akan terjadi antrean charging panjang,” ujarnya

Namun, pihaknya juga mendukung pemerintah mempercepat dalam penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan memperkenalkan jajaran mobil berteknologi HEV dan EV dari Toyota. Mobil listrik Toyota C+Pod sendiri di Jepang sudah dipasarkan. Sedangkan di Indonesia, mobil listrik Toyota C+Pod ini digunakan untuk mendukung mobilitas perkotaan para wisatawan di Bali.

Dari sisi eksterior mobil listrik C+Pod memiliki ukuran lebih kecil dan futuristik dengan tinggi 1,5 meter, dan lebar 1,29 meter. Dengan memiliki dua tempat duduk penumpang, mobil tersebut cocok untuk mobilitas perkotaan. Meski terlihat small, mobil ini bisa memiliki jarak jelajah 100-150 kilometer, dengan maksimal kecepatan 60 km/jam.

Sedangkan baterenya berkapasitas 9 KwH, dengan lama pengecasan untuk daya 200 volt, 16 ampere butuh waktu lima jam hingga full. Sementara, untuk mengisi penuh batere dengan daya 100 volt, butuh waktu selama 15 jam. Sistem keamanan mobil listrik ini punya dua air bag keselamatan penumpang, dan menjamin aman dari masalah kelistrikan.(HS)

Akses ke Balai Desa Sulit, Warga Kedunggading Kendal Minta Dibuatkan Jembatan

Ketua TP PKK Kota Semarang Siapkan Pendampingan Psikologis Bagi Keluarga Almarhum Iwan Budi