in

Dukung Program Indonesia Spice Up the World, KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia di Namibia

Promosi produk bumbu Indonesia dengan tema “Indonesian Culinary Promotion", kepada jejaring importir bumbu, para penggiat kuliner, pengusaha pasar swalayan dan restoran di Namibia, belum lama ini. (Foto : Kemlu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kedutaan Besar Republk Indonesia (KBRI) Windhoek, menyelenggarakan kegiatan promosi produk bumbu Indonesia dengan tema “Indonesian Culinary Promotion”, kepada jejaring importir bumbu, para penggiat kuliner, pengusaha pasar swalayan dan restoran di Namibia, belum lama ini. Acara itu digelar, dalam rangka mendukung program “Indonesia Spice Up the World”,

Pada acara tersebut, KBRI Windhoek melakukan demo masak makanan Indonesia, dengan menggunakan bumbu instan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Sasa Inti Indonesia, dan PT Bali Maya Permai, seperti bumbu rasa rendang, nasi goreng, ayam goreng tepung, bakwan dan ikan sarden.

Selain demo memasak, KBRI Windhoek juga menampilkan sejumlah produk kuliner Indonesia, antara lain bumbu instan, rempah-rempah (lada), sambal, saus tomat, kecap manis, santan kelapa, minyak goreng kelapa sawit, mentega, mie instan, ikan kaleng, dan kopi instan.

Dengan adanya promosi bumbu tersebut, akan mempermudah importir Namibia mengenal produk ekspor kuliner Indonesia dan melakukan interaksi dengan eksportir dan produsen makanan di Indonesia secara virtual.

“Indonesia ingin membawa lebih banyak rempah-rempah lokal ke luar negeri, menunjukkan kepada dunia kekayaan rempah-rempah Indonesia, dan menarik wisatawan mencoba hidangan lokal kami secara langsung,” kata Duta Besar RI Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo, dalam sambutan pada acara tersebut, seperti dirilis Kemlu.go.id.

Selanjutnya, dalam paparan “Introductory Culinary Promotion Program”,  Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Windhoek, Sulthon Sjahril menyampaikan gambaran potensi rempah-rempah Indonesia, di mana Indonesia merupakan negara pengekspor rempah-rempah terbesar keempat di dunia. Indonesia juga dikenal sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia.

Industri rempah-rempah Indonesia dinilai sangat menguntungkan. Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, ekspor rempah-rempah dan herbal setiap tahunnya mencapai USD 500 juta.

Acara tersebut juga menyertakan pengusaha Namibia, yang memberikan testimoni mengenai berbisnis dengan Indonesia. Salah satunya adalah Anthony Atejioye, pemilik Future Image Investment CC, importir produk mie instan Indomie di Namibia.

Dia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen bumbu atau rempah-rempah di dunia, dan memiliki pengemasan yang menarik. Produk-produk Indonesia memiliki kualitas baik, dan dirinya menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dalam distribusi produk bumbu Indonesia di pasar Namibia.

PT Sasa Inti Indonesia juga berkesempatan untuk memperkenalkan produk makanannya yang telah berhasil diekspor ke berbagai benua termasuk di Afrika antara lain ke Kenya, Mesir, Ghana dan Madagaskar.

Tarsisius Marianto, GM International Business Development mengatakan bahwa Sasa senantiasa berupaya untuk menjaga kualitas produknya dengan memenuhi berbagai sertifikasi serta ingin menjadi salah satu industri makanan terkemuka di Indonesia dan berstandar internasional.

Dengan kegiatan promosi ini, diharapkan ke depannya tidak hanya mendorong industri kuliner Indonesia khususnya peningkatan nilai ekspor produk bumbu Indonesia ke Namibia, namun sekaligus juga menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia guna mencicipi langsung berbagai kuliner dengan berbagai rempah khas. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perusahaan retail ternama di Namibia antara lain Woermann Brock, SPAR, Shoprite, Pick n Pay dan OK Foods.​ (HS-08)

Hadiri Pameran dan Bazar UMKM, Dico: UMKM Kendal Harus Bisa Go Internasional

Cegah Kejahatan, Polres Grobogan Patroli ke Objek Vital