Dukung Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah, GrabExpress Luncurkan Fitur Baru

Suasana peluncuran fitur baru GrabExpress di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (28/11/2019).

 

HALO SEMARANG – Layanan pengiriman barang punya peran vital bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di suatu daerah. Atas dasar tersebut, GrabExpress, layanan kurir instan milik Grab memberikan pelatihan seputar pemasaran digital dan fotografi produk kepada lebih dari 100 wirausahawan mikro di Semarang, bertema #TambahSukses dengan GrabExpress. Dalam kesempatan ini, GrabExpress juga memperkenalkan 5 fitur baru yang akan membantu akselerasi bisnis wirausahawan mikro di Jawa Tengah agar lebih efisien, dan memastikan mereka dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, per tahun 2017 terdapat hampir 63 juta unit UMKM, atau naik 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Tyas Widyastuti, Head of GrabExpress, Grab Indonesia mengatakan, dari total UMKM tersebut, yang paling banyak adalah usaha mikro sejumlah 62 juta unit usaha atau mencapai 98,70 persen dari total UMKM di Indonesia. Di sisi lain, usaha jenis ini juga memiliki keterbatasan yang perlu jadi perhatian.

Dikatakannya, Analisis Sensus Ekonomi 2016-Lanjutan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik, mencatat bahwa salah satu keterbatasannya adalah soal kemampuan dan pengetahuan sumber daya manusia, serta minimnya akses teknologi.

“Indonesia juga merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha perdagangan elektronik memiliki nilai ekonomi bagus, sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya  UMKM. Grab yakin ketersediaan layanan pengiriman berbasis teknologi seperti GrabExpress akan memberikan manfaat bagi pelaku bisnis online, baik pada pertumbuhan bisnis UMKM itu sendiri, maupun pada perekonomian nasional,” imbuhnya.

Hal ini, lanjut Tyas, sejalan dengan misi 2025 ‘Grab for Good’ dalam hal pengembangan sumber daya manusia agar memiliki kapabilitas yang diperlukan di era Revolusi Industri 4.0, khususnya untuk para pelaku bisnis UMKM.

“Harapan kami, para pelaku bisnis UMKM ini dapat menikmati manfaat dari hadirnya ekonomi digital, salah satunya melalui layanan GrabExpress, untuk memasarkan hasil usahanya kepada para pelanggan dengan aman, cepat dan mudah,” katanya.

Selain itu, terang Tyas, GrabExpress juga menghadirkan teknologi khusus bagi pelaku bisnis UMKM di Semarang, antara lain, bukti pengiriman dan pelacakan langsung. Lalu, pengguna juga akan mendapat bukti pengiriman barang melalui foto yang akan diambil oleh kurir pada saat pengambilan dan pengiriman barang. Grab juga menyediakan asuransi untuk barang yang dikirimkan.

“Kemudian Nalangin adalah Fitur terbaru dalam layanan GrabExpress menghadirkan pilihan sistem Cash on Delivery (COD) untuk semua pengguna di Bandung, Surabaya, Semarang, dan Makassar. Wirausahawan mikro di Semarang bisa mengirimkan produknya ke pembeli dengan biaya pembelian produk yang ditanggung lebih dulu oleh mitra pengemudi. Tak hanya itu, Layanan Paket Hemat, di mana para pelanggan GrabExpress dapat memanfaatkan langganan paket hemat (Subscription) untuk menikmati harga pengiriman yang lebih hemat. Sedangkan GrabExpress Car, yakni Layanan ini mampu mengirimkan barang dengan kapasitas besar (hingga 150 kg) dalam sekali pemesanan yang didukung dengan armada GrabCar. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk mengirim barang lebih banyak dan kondisi barang terjamin aman apalagi saat musim hujan,” ujarnya.

GrabExpress telah menjadi layanan kurir berbasis aplikasi yang memiliki pertumbuhan paling cepat di Indonesia, di mana Grab telah melayani 150 kota di seluruh Indonesia. Pada layanan GrabExpress, lebih dari 50% pengguna ialah wirausahawan mikro yang menjual barangnya melalui media sosial maupun marketplace. Pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia, jumlah pengiriman harian dengan menggunakan GrabExpress pun telah meningkat lebih dari 20 kali lipat dalam satu tahun terakhir.

Sejalan dengan misi 2025 ‘Grab For Good’, Grab terus berusaha meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Melalui berbagai program yang telah dan akan dihadirkan, Grab ingin memastikan semua orang, apapun latar belakang dan kondisinya, bisa memperoleh manfaat dari era ekonomi digital atau disebut juga sebagai Revolusi Industri 4.0.

“Kami berharap dapat mendorong para pelaku usaha setempat mengembangkan bisnis dan jangkauan pasarnya. Apalagi Semarang merupakan kota penting yang jadi gerbang perekonomian Jawa Tengah,” tutup Tyas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi GrabExpress yang telah berkontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan UMKM di Kota Semarang, agar lebih eksis. Sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Semarang sebagai kota UMKM di tahun 2020, berkomitmen ingin terus memberikan fasilitasi bagi para pelaku UMKM di Kota Semarang termasuk pendampingan, promosi, pemasaran, pemberian dan modal usaha.

“GrabExpress memberi harapan baru bagi perkembangan bisnis agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengembangkan usaha mereka, dengan layanan logistik yang cepat, aman dan mudah,” katanya.
Dalam pelatihan ini, lanjut Bambang, juga diharapkan dapat membuka jalan untuk mengatasi keterbatasan dalam hal kemampuan sumber daya manusia dan persoalan akses teknologi. Berdasarkan laporan Sensus Ekonomi 2016 – Potensi Usaha Mikro Kecil Jawa Tengah oleh Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Semarang termasuk kota ke-4 terbesar dalam hal persentase jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang pada 2018 mencapai Rp 174,65 triliun, dan memberikan kontribusi besar kepada PDRB Jawa Tengah yang totalnya pada 2018 mencapai Rp 1.268,7 triliun.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.