in

Dukung BKKBN Turunkan Angka Stunting, Polri Sediakan Fasilitas Kesehatan

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyediakan fasilitas kesehatan, untuk mendukung peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam menurunkan angka stunting yang kini masih 24,4 persen.

Dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki, Polri diharapkan dapat berperan secara optimal, dalam program percepatan penurunan stunting.

“Polri siap mendukung BKKBN, agar dapat mencapai target penurunan angka stunting,” kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana, dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).

Asep menekankan penanganan stunting harus melibatkan kerja sama semua pihak.

Selain dari instansi kesehatan, stunting juga harus didukung oleh dinas di berbagai sektor pembangunan.

“Dalam menyelesaikan persoalan stunting, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak dan dari berbagai sektor pembangunan,” kata Asep, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Asep mengatakan, percepatan penurunan stunting salah satu program prioritas pemerintah karena dampaknya yang berkepanjangan.

Asep menyebut pemerintah harus mulai melakukan intervensi yang berkelanjutan dalam pencegahan dan penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia.

“Harus dilakukan karena stunting menimbulkan kerugian berkepanjangan bagi kualitas generasi masa depan bangsa, sedangkan penanganan harus dilakukan secara paripurna dan memperkuat kerja sama seluruh sektor lainnya,” tuturnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, mengapresiasi Polri yang memberikan dukungan fasilitas kesehatan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.

Hasto menuturkan, bersama fasilitas yang diberikan oleh Polri, penguatan terhadap pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah seperti mengukur lingkar lengan atas, tinggi, dan berat badan serta pemeriksaan Hb dalam darah akan dimaksimalkan guna mencegah lahirnya bayi stunting baru.

“Tahun 2045 memasuki Indonesia Emas dan harus menyiapkan SDM yang unggul untuk Indonesia maju, sehingga sehat menjadi syarat penting di samping harus mempunyai karakter yang kuat, memiliki kecerdasan, inovatif dan kreatif,” kata Hasto. (HS-08)

Bertemu Jajaran Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Wali Kota Semarang: Jangan Berandai-Andai

Wabup Grobogan Minta Guru BK Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah