Duh… Jepang Gempa Lagi 7,2 M, KBRI Tokyo Minta WNI Menghubungi

Sumber : Badan Survei Geologi Amerika Serikat

 

HALO SEMARANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang merangkap Micronesia, meminta Warga Negara Indonesia (WNI), jika mengetahui ada saudara atau kerabatnya yang menjadi korban gempa bumi 7,2 Magnitudo, di lepas laut Prefektur Miyagi dengan kedalaman 60 km.

Hal itu disampaikan KBRI di Tokyo merangkap Micronesia, melalui laman resmi Kemlu.go.id.

Seluruh WNI juga diminta untuk tetap tenang dan waspada, serta aktif mengikuti perkembangan informasi dan petunjuk dari Otoritas Jepang.

Sebelumnya, sebuah gempa bumi berkekuatan 7,2 skala magnitudo, mengguncang lepas laut Prefektur Miyagi, dengan kedalaman 60 km. Berkaitan dengan gempa kuat tersebut, Badan meteorologi Jepang juga telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun kemudian peringatan dini tersebut dicabut, sekitar satu jam kemudian.  Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan atau cedera, akibat gempa yang menurut United State Geological Survey (USGS), atau badan suvei geologi Amerika Serikat itu, berkuatan 7,0 skala magnitudo.

Televisi NHK, menayangkan rekaman dari biro Sendai, yang menunjukkan gambar di dinding bergoyang, saat gempa terjadi selama 30 detik.

Gempa juga dirasakan di Tokyo sekitar 400 km, selatan pusat gempa.

NHK juga memperingatkan masyarakat, agar menjauhi pantai. Sejumlah warga di pesisir pun, menyatakan telah melarikan diri ke tempat lebih tinggi, segera setelah gempa terjadi.

“Saya teringat hari itu 10 tahun lalu,” kata seorang pria di kota Ishinomaki, yang berhasil melarikan diri ke sebuah taman di atas bukit.

Dia mengatakan, gempa kali ini mengingatkannya pada gempa pada 2011 lalu.

 

Takashi Yokota, seorang pejabat kantor manajemen bencana prefektur Miyagi mengatakan belum menerima laporan langsung tentang kerusakan atau korban cedera.

Bagian dari prefektur timur laut Jepang, Miyagi, dilanda pemadaman listrik setelah gempa bumi. Sekitar 200 rumah tangga di kota Kurihara di Miyagi, kehilangan aliran listrik karena gempa tersebut.

Otoritas Pengaturan Nuklir mengatakan, tidak ada laporan kelainan di fasilitas nuklir daerah itu, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh, pembangkit nuklir Onagawa dan berbagai fasilitas yang lebih kecil serta reaktor nuklir eksperimental.

Peringatan gempa dan tsunami datang tidak lama setelah Jepang menandai 10 tahun sejak gempa bumi berkekuatan 9,0 skala magnitudo, pada 11 Maret 2011, yang memicu tsunami mematikan dan kehancuran Fukushima. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.