in

Dugaan Penistaan Agama, Bareskrim Tangkap Youtuber ‘Muhammad Kace’ di Bali

Youtuber Muhammad Kace (Sumber : Tangkapan layar Youtube)

 

HALO SEMARANG – Bareskrim Polri menangkap Youtuber Muhammad Kace, atas dugaan penistaan agama.

“Sudah ditangkap,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Rabu (25/8).

Muhammad Kace ditangkap di Bali dan kemudian dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” ujar Agus.

Muhammad Kace sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Sebelumnya Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan pihaknya telah memperoleh petunjuk yang berkaitan dengan barang bukti.

“Tentunya ada keterangan ahli dan petunjuk. Petunjuk itu bisa kami dapat dari barang bukti yang telah di-posting oleh yang bersangkutan,” kata dia.

Menurut Ramadhan, video yang diposting Muhammad Kace berpotensi menimbulkan perpecahan. Karena itu setelah diverifikasi, video-video itu di-take down oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Sekurang-kurangnya terdapat 400 video Muhammad Kace yang dinilai kontroversial dan diajukan ke Youtube untuk di-take down.

“Yang melakukan take down itu kewenangannya di Kominfo. Kominfo mengajukan kepada pihak Youtube. Tentu ini harus mendapat jawaban dari Youtube,” kata Ahmad Ramadhan.

Kombes Ramadhan mengungkapkan, dari 400 video yang diajukan untuk di-take down, 20 di antaranya sudah dikabulkan Youtube. Adapun pengajuan untuk pemblokiran itu dilakukan, Minggu (22/8).

“Jadi tidak ada pembiaran. Polisi dan Kominfo terus berproses melakukan hal ini,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Ramadhan, beberapa video terkait Muhammad Kace yang diduga menghina agama Islam, sudah tidak bisa ditonton lagi. Video yang dimaksud bukan hanya yang diposting oleh Muhammad Kace, tapi juga video dari akun lain yang mengunggah ulang (share) video itu.

“Jadi dia tulisannya video ini ‘not available’. Contoh video misalnya dilakukan Saudara MK terhadap kitab kuning. Coba dilihat, maka tidak ada lagi,” terang Ramadhan.

Sebelumnya, Youtuber Muhammad Kace, diduga melakukan penistaan agama sehingga dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polri mengimbau masyarakat tidak membagikan ulang (share) video-video Muhammad Kace, yang berbau kontroversial karena bisa saja terjerat UU ITE.

“Tentunya kita mengimbau masyarakat agar postingan yang dapat berisiko agar dihindari karena akan berisiko,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (24/8).

Kombes Ramadhan mengatakan video Muhammad Kace yang diduga menghina agama Islam berpotensi memecah-belah kelompok. Dia menyebut warga yang mem-posting video M Kace itu bisa saja dijerat UU ITE.

“Ya bisa (dijerat UU ITE). Cuma kita lagi fokus kepada yang membuat. Jadi yang membuat dan pelaku yang bersangkutan,” tuturnya.

“Akan membuat kegaduhan, juga akan berpotensi memecah belah. Risiko yang memposting akan dapat menjadi pelaku UU ITE,” sambung Ramadhan.

Lebih lanjut, Kombes Ramadhan mengungkapkan Polri sedang berupaya untuk melakukan take down terhadap video Muhammad Kace yang dinilai tidak pantas. Hanya, kata Ramadhan, bisa saja video-video itu bukan ditemukan di akun Muhammad Kace, melainkan di akun warga yang membagikan ulang.

“Sementara ada masyarakat yang membagikan secara liar. Sementara konsentrasi yang dilakukan Polri dan Kominfo adalah akun MK. Jadi bisa saja, postingan itu masih ada, tapi bukan lagi ditemukan dari postingan MK,” imbuhnya. (HS-08)

Share This

Sepuluh Atlet Kota Pekalongan Wakili Jateng di PON dan Peparnas

Daya Beli Mulai Pulih, Harap Cermat Memilih Investasi dan Asuransi