in

Dugaan Bagi-Bagi Uang Tali Asih di Baznas, Ketua PCNU Kendal: Itu Ngawur, Itu Haram!

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, KH Danial Royyan, saat dikunjungi di kediamannya, Rabu (17/11/2021).

 

HALO KENDAL – Kabar adanya dugaan bagi-bagi tali asih untuk Komisioner Baznas Kabupaten Kendal periode 2016-2021 dan Pejabat di Pemerintah Kabupaten Kendal membuat Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, KH Danial Royyan meradang.

Abah Danial sapaan akrabnya menegaskan, tidak ada dasar apapun yang bisa dipertanggungjawabkan, apabila para komisioner Baznas dan Pejabat Pemkab Kendal mendapatkan taliasih, berapa pun nilainya.

Meski Ketua Baznas sebelumnya mengaku hanya membagikan taliasih masing-masing Rp 7,5 juta, menurutnya itu tidak benar.

“Jangankan Rp 7,5 juta, sepeserpun tidak boleh mereka diberi tali asih. Apalagi taliasih diambil dari penghimpunan dana zakat, itu haram hukumnya. Kalau sebagai Fisabilillah mana dasarnya, kalau dianggap Amil juga apa dasarnya. Tidak semudah itu,” tandasnya.

Belum lagi, lanjut Abah Danial, dasar yang dipakai adalah Perbaznas Nomor 3 tahun 2018. Menurutnya itu adalah pembohongan publik.

“Itu nggak nyambung sama sekali dan dalilnya menggunakan apa,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada acara pelantikan Pimpinan Baznas periode 2021-2026 tersiar kabar adanya dugaan pemberian tali asih kepada para Komisioner Baznas periode 2016-2021 dan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal.

Secara terperinci penyaluran untuk Ketua Baznas yang akan purna disebutkan sebesar Rp 24 juta, untuk masing-masing wakil ketua sebesar Rp 23 juta, Sekda Kendal Rp 10 juta, Aspem Kendal Rp 7,5 juta, Kabag Kesra Rp 7,5 juta, SAI masing-masing Rp 3 juta dan masing-masing pelaksana Rp 7,5 juta.

Selain Sekda Kendal, Moh Toha yang membantah menerima dana tali asih tersebut, Kabag Kesra Pemda Kendal, Muh Rozi juga membantah dugaan telah menerima dana taliasih dari Baznas.

Menurutnya, draf pembagian uang zakat umat muncul setelah rapat internal komisioner Baznas untuk pemberian taliasih.

“Saya, Pak Toha (Sekda Kendal), dan Pak As tidak tahu menahu tentang draf itu. Kemudian saya melaporkan ke Pak Bupati untuk meminta persetujuan,” terang Muh Rozi, Selasa kemarin (16/11/2021).

Namun, lanjutnya, belum sempat dilaporkan kepada Bupati, dirinya dan Sekda Kendal memanggil komisioner Baznas terlebih dahulu untuk mempresentasikan draf penerima taliasih.

Namun setelah dipresentasikan ia juga mengaku menolaknya. “Kami sudah menolaknya, namun jika kebijakan yang diambil adalah kebijakan internal Baznas, ya kami persilakan,” ungkap Rozi.(HS)

Share This

Terseret Arus Di Saluran Air, Pengendara Motor Ditemukan Meninggal Dunia

Atlet dan Pengurus KONI Kendal Segera Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan