Dua Perempuan Pelopor Kabupaten Semarang Terima Penghargaan

Bupati Semarang Mundjirin menyerahkan penghargaan kepada dua perempuan pelopor, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-92 tingkat Kabupaten Semarang. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Dua warga di Kabupaten Semarang, mendapat penghargaan sebagai perempuan pelopor. Mereka adalah Sri Widayati, warga kecamatan Kaliwungu dan Intarti Murdaheni, warga Kecamatan Susukan.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan oleh Bupati Semarang, Mundjirin, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-92 tingkat Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah menjelaskan pihaknya memberikan penghargaan kepada perempuan pelopor, sebagai wujud apresiasi kiprah perempuan.

“Para perempuan bisa menjadi pelopor dan mewarnai lingkungan sekitarnya dengan kiprah luar biasa dan penuh pengabdian,” kata dia seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dikatakan, Sri Widayati mendapat penghargaan sebagai perempuan mandiri penggerak ekonomi warga dan Intarti Murdaheni perempuan penggerak keluarga berkualitas.

Sri Widayati dipilih karena kiprahnya mengajak warga di Desa Kaliwungu, untuk menghijaukan lahan tandus. Dia yang juga seorang pengusaha, tak segan berbaur dengan warga sekitar, untuk menanam aneka tanaman produktif, di tanah yang tidak subur. Hasilnya dapat dimanfaatkan dan menambah pendapatan warga setempat.

Adapun Intarti Murdaheni, adalah pegiat kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Susukan.

Bupati Semarang Mundjirin usai menyerahkan penghargaan kepada dua perempuan pelopor, mengatakan perempuan berperan vital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menggerakkan warga untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya, sebagai ibu rumah tangga, perempuan sangat berjasa menjaga kesehatan keluarga guna mencegah penularan virus Corona.

Mereka menyiapkan makanan bergizi untuk keluarga dan menemani anak-anak tetap di rumah. Peran sederhana ini dinilai berpengaruh besar menahan meluasnya pandemi.

“Peran perempuan sangat vital untuk menggerakkan masyarakat agar tetap sehat dan produktif di masa pandemi ini,” katanya.

Terkait eksistensi perempuan dalam perjuangan bangsa, bupati menegaskan, akan terus ada dan berkelanjutan. Menurut dia, ada peneliti dan berbagai profesi penting lain, yang dijalani perempuan. Mereka berkiprah demi kemajuan dan kejayaan bangsa.

“Peran dan eksistensi ini harus diakui dan mendapat penghargaan yang layak,” tegasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.