Dua Pekan Diluncurkan, ETLE Di Jateng Catat 10.093 Kasus Pelanggaran

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M Rudy Syafirudin.

 

HALO SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) telah resmi memberlakukan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada 23 Maret 2021 lalu.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M Rudy Syafirudin menerangkan, hingga kini kamera yang terpasang sudah banyak merekam pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Setelah dua minggu diluncurkan, tercatat sebanyak 10.093 kasus pelanggaran oleh pengendara yang sudah tercapture oleh ETLE,” kata Rudy saat ditemui di kantornya, Jumat (9/4/2021).

Dia menjelaskan, jenis pelanggaran terbanyak yang dilakukan oleh pengendara yaitu tidak memakai helm, melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan tidak memakai sabuk pengaman bagi pengendara mobil.

Rudy menambahkan, dengan adanya ETLE penindakan yang dilakukan oleh petugas tidak harus melihat siapa dulu pelanggarnya.

“Begitu ada pelanggar langsung bisa kita tindak untuk melakukan penindakan. Sekarang masyarakat harus mengerti, orang yang menggunakan barang terlarang di Riau saja terdeteksi ETLE. Yang penting taat aturan saja,” tuturnya.

Perlu diketahui, untuk merekam atau memotret pelanggar Polda Jateng mempunyai 21 CCTV dan 6 speedcam sudah dipasang di sejumlah titik wilayah Jateng.

Dijelaskan, pelanggaran lalu lintas tersebut akan terekam dan ditilang dengan pengiriman surat ke pelanggar sesuai alamat di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Menurut data Ditlantas Polda Jateng, sebaran titik CCTV ETLE yaitu di Kota Semarang ada di 3 titik, Demak satu titik, Pati dua titik, Surakarta enam titik, Klaten dua titik, Karanganyar satu titik, Wonogiri satu titik, Kebumen satu titik, Cilacap dua titik, dan Purbalingga satu titik.

Sementara itu untuk Speedcam ETLE ada di daerah Klaten dua titik dan Boyolali ada dua titik.

“Karanganyar ada dua titik di Jalan Adi Sucipto Blulukan Colomadu- Solo Karanganyar dan Jalan Adi Sucipto Blulukan Solo- Colomadu Karanganyar,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.