in

Dua Lembaga Olahraga Dibubarkan Presiden, Ini Kata Yoyok Sukawi

Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi (Foto dok PSIS).

 

HALO SEMARANG – Presiden Joko Widodo baru saja menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 112 tahun 2020 tentang pembubaran 10 lembaga negara yang ditandatangani pada 26 November 2020.

Sepuluh lembaga negara tersebut adalah Dewan Riset Nasional, Dewan Ketahanan Pangan, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura, Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan, Komisi Pengawas Haji Indonesia, Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Badan Pertimbangan Telekomunikasi, Komisi Nasional Lanjut Usia, Badan Olahraga Profesional Indonesia, dan Badan Regulasi Telekomunasi Indonesia.

Dari 10 lembaga tersebut, ada dua hal yang terkait dengan olahraga, yakni Badan Standariasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Menurut anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, AS Sukawijaya, langkah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres tersebut sudah tepat.

Pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini menganggap, dengan adanya BOPI dan BSANK kerap membuat tumpang tindih fungsi dan standar di badan tersebut dan federasi keolahragaan.

“Sebagai anggota Komisi X tentu saya cukup mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang membubarkan dua lembaga negara terkait olahraga. Selama ini kan memang sering tumpang tindih dan membingungkan klub-klub olahraga yang ada di Indonesia,” tandas Yoyok Sukawi di Semarang, Minggu (29/11/20) malam.

“Ini sebuah langkah penyederhanaan birokrasi yang memang harus dilakukan. Setelah ini, klub-klub akan lebih mudah menentukan langkah untuk menjadi lebih profesional, dengan mengacu aturan yang ada di federasi atau organisasi induk masing-masing cabang olahraga,” imbuh legislator Partai Demokrat tersebut.

Yoyok Sukawi juga mencontohkan, bahwa selama ini di olahraga sepak bola ada dua standar penilaian antara BOPI dan PSSI, yang menjadi induk olahraga sepak bola di Tanah Air.

“Kebetulan saya juga aktif di dunia sepak bola sehingga memang klub-klub ikutan bingung antara ikut arahan BOPI atau PSSI,” pungkas Yoyok Sukawi.(HS)

Share This

Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Gemuh Bubarkan Gantangan Perkutut

Siap Buat Gebrakan, Hendi Fokus Pada Prioritas Program