in

Dua Bocah SD Curi Motor Di Semarang, Kasus Diselesaikan Secara Restorative Justice

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dina Novita Sari (tengah) bersama M Yupiter (25) korban pencurian motor (kiri) yang dilakukan oleh dua bocah SD saat rilis kasus di Mapolsek Semarang Barat, Senin (7/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Dua bocah yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar (SD) diketahui mencuri sepeda motor milik karyawan barbershop di Jalan Kenconowungu Tengah, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (30/5/2021).

Setelah terungkap, kasus ini kemudian diselesaikan dengan restorative justice dengan menghadirkan korban bernama M Yupiter (25) warga Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, di Polsek Semarang Barat.

Restorative justice merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan, untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat.

“Pelaku ternyata masih dibawa umur masih duduk di bangku kelas enam SD dan belum cukup umur. Kemudian dari pelaku dan kedua orang tua sudah meminta maaf kepada korban, akhirnya kasus ini diselesaikan dengan restorative justice,” kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dina Novita Sari saat rilis kasus di Mapolsek Semarang Barat, Senin (7/6/2021).

Pencurian bermula ketika para karyawan barbershop dalam posisi sedang tertidur. Kemudian salah satu pelaku masuk, karena pintu yang tidak terkunci lalu mengambil kunci sepeda motor yang diletakan korban di meja barbershop.

“Satu pelaku berjaga-jaga di luar, satu pelaku ambil kunci. Kemudian membawa sepeda motor (dicuri),” ucap Dina.

“Sepeda motor dibawa muter-muter kemudian disimpan di taman. Keesokan harinya diambil lagi dan dibuat untuk keliling lagi,” tambahnya.

Korban mengetahui motornya telah dicuri pada Minggu (30/5/2021) pukul 10.00 WIB saat akan membuka barbershop. Kemudian melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang.

“Korban melihat kuncinya tidak ada dan motornya juga tidak ada. Kemudian keesokan harinya langsung melaporkan ke Polrestabes Semarang,” tutur Dina.

Kasus ini terungkap ketika motor yang dipakai pelaku diketahui rekan korban. Karena merasa tak asing dengan motor yang dikendarai pelaku, rekan korban ini berinisiatif mengambil gambar dan mengirimkan ke korban melalui pesan Whatsapp.

Ternyata benar meski tanpa pelat nomor dan spion, pemilik mudah mendeteksi motornya sebab ada ciri khusus berupa stiker dan goresan bekas terjatuh di bodi motor.

“Saat dipakai pelaku untuk keliling-keliling, kebetulah dari rekan korban ada yang melihat. Kemudian setelah dicek dengan BPKB ternyata motornya sama,” imbuh Dina.
Kompol Dina mengungkapkan, motif pelaku melakukan pencurian lantaran hanya ingin mengendarai motor untuk berkeliling seperti halnya anak-anak lainya.

Pelaku, lanjut Dina, sudah berkeliling menggunakan motor hasil curiannya sampai ke Kota Lama Semarang.

“Pelaku kan masih anak-anak, jadi cuma ingin naik motor keliling-keliling. Mungkin di rumah tidak ada motor, atau mungkin ada cuma dipakai orang tua pelaku,” imbuhnya.

Atas kejadian ini, Kompol Dina meminta kepada orang tua pelaku untuk lebih waspada dan memperhatikan pergaulan dan aktivitas pelaku agar kejadian ini tidak terulang.(HS)

Share This

Dari Gerakan Peduli Pantai, Karang Taruna Karangmalang Buka Wisata Pantai

Baru Sembilan Armada BRT Koridor IV yang Beroperasi, Penumpang BRT Menunggu Satu Jam di Halte