in

Dua Bocah Pencuri Sepeda Motor Dikenakan Sanksi Wajib Lapor Dua Kali Dalam Sepekan

tes
Ilustrasi Pencurian.

 

HALO SEMARANG – Dua bocah pelaku pencurian sepeda motor milik karyawan barbershop dikenakan sanksi wajib lapor dua kali dalam sepekan. Dua pelaku yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD) tersebut berinisial N dan S.

“Iya wajib lapor tetep, Senin dan Kamis sampai waktu nanti bisa disesuaikan,” kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dina Novita Sari saat rilis kasus di Mapolsek Semarang Barat, Senin (7/6/2021).

Tak hanya itu, Kompol Dina juga meminta kepada kedua orang tua pelaku untuk lebih memperhatikan pergaulan pelaku agar kejadian yang tidak wajar tersebut tidak terulang kembali.

“Kami sudah meminta dan memberi edukasi kepada orang tua pelaku untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Orang tua harus tau pergaulan anaknya, karena sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan prilakunya (pelaku),” bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua pelaku di bawah umur mencuri sepeda motor milik M Yupiter (25) warga Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, di wilayah hukum Polsek Semarang Barat pada Minggu (30/5/2021) sekira 03.00 WIB.

Aksi tersebut terjadi di Barbershop Jalan Kenconowungu Tengah, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, Kota Semarang. Pelaku menjalankan aksinya saat pegawai babershop atau korban sedang tertidur.

Karena pintu tak terkunci kemudian salah satu pelaku masuk mengambil kunci sepeda motor dan satu pelaku lainya mengawasi keadaan dari luar. Setelah dimungkinkan aman, kedua pelaku langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.

“Korban melihat kuncinya tidak ada dan motornya juga tidak ada. Kemudian keesokan harinya langsung melaporkan ke Polrestabes Semarang,” ucap Dina.

Kemudian kasus ini terungkap ketika motor yang dipakai pelaku diketahui rekan korban. Karena merasa tak asing dengan motor yang dikendarai pelaku, rekan korban pun berinisiatif memfoto motor itu dan mengirimkan ke korban melalui pesan Whatsapp.

Ternyata benar meski tanpa pelat nomor dan spion pemilik mudah mendeteksi motornya sebab ada ciri khusus berupa stiker dan goresan bekas terjatuh di bodi motor.

“Saat dipakai pelaku untuk keliling-keliling, kebetulah dari rekan korban ada yang melihat. Kemudian setelah dicek dengan BPKB ternyata motornya sama,” imbuh Dina.

Motif pelaku melakukan pencurian lantaran hanya ingin mengendarai motor untuk berkeliling seperti halnya anak-anak lainnya.

Atas kejadian ini, Kompol Dina meminta kepada orang tua pelaku untuk lebih ekstra memperhatikan pergaulan dan aktivitas yang dilakukan pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi.(HS)

Share This

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Weleri Sementara di Terminal Bahurekso

Pembebasan Lahan Warga Proyek Normalisasi Sungai Beringin Masih Kurang 400 Bidang Lahan