in

Dua Atlet Panjat Tebing Blora Raih Medali Emas PON XX Papua

Dua pemanjat tebing putri asal Blora, Agustina Sari dan Berthdigna Devi, memperlihatkan medali emas yang diperoleh di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA –  Dua pemanjat tebing putri asal Blora, Agustina Sari dan Berthdigna Devi, berhasil mempersembahkan medali emas bagi Jawa Tengah, di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua.

Keduanya tergabung di tim putri Jateng, di nomor Speed World Record Relay, bersama atlet Grobogan, Aries Susanti Rahayu.

Dalam final yang berlangsung di Papua, Kamis (7/10), tim putri Jateng mengalahkan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Medali emas yang diraih tim putri ini merupakan emas pertama, bagi kontingen Jateng di cabang panjat tebing.

‘’Terima kasih atas dukungan masyarakat Jateng dan Blora. Kami di sini senang sekali bisa mewujudkan mimpi meraih medali emas di PON XX Papua 2021,’’ ujar Berthdigna Devi.

‘’Kemenangan ini untuk masyarakat Jateng dan Blora,’’ ucap Agustina Sari.

Untuk diketahui, Agustina Sari di PON sebelumnya pada 2016 di Jawa Barat mendapat medali perak perak nomor beregu putri Speed World Record.

Adapun Berthdigna, di PON kali ini merupakan penampilan pertamanya dan sukses mendapat emas.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Hery Sutiyono menyambut gembira perolehan emas kedua atlet Blora tersebut.

‘’Setelah sehari sebelumnya atlet Blora, Siti Nafisatul Hariroh, meraih perak di cabang angkat besi, kali ini atlet Blora meraih emas. Tentu kami bangga dan mudah-mudahan perolehan medali ini akan bertambah lagi hingga berakhirnya PON XX 15 Oktober,’’ ujarnya.

Di PON tahun ini, KONI Blora berharap jumlah perolehan medali yang dipersembahkan atlet Blora minimal sama seperti pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Saat itu perolehan medali adalah satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Ketika itu emas diraih Krisna Wahyu Permana (Tolak Peluru), Agustina Sari (Perak) dan perunggu oleh Bektiningsih Primadian Fitri (Lari 800 meter) dan Risky Gita Anwar (Tim Hockey Putri Jateng).

Krisna Wahyu Permana sudah dipastikan gagal mempertahankan medali emasnya di PON tahun ini.

Atlet dari Kecamatan Jepon itu hanya menduduki peringkat keempat di pertandingan final tolak peluru PON XX 2021 Papua yang berlangsung Rabu (6/10).

‘’Masih banyak atlet Blora yang belum bertanding di PON kali ini. Doakan saja mereka bisa meraih medali,’’ kata Ketua KONI Blora Hery Sutiyono.

Di PON kali ini Blora menyertakan sebanyak 10 atlet. Mereka adalah Krisna Wahyu Permana (Atletik-Tolak Peluru), Bektiningsih Prima Dian Fitri (Atletik), Adith Rico (Atletik), Adith Rici (Atletik), Ardian Yulianto (Atletik), Agustina Sari (Panjat Tebing), Berthdigna Devi (Panjat Tebing), M Yasin (Angkat Besi), Siti Nafisatul Hariroh (Angkat Besi) dan Irma Arunisa Iryanti (Dayung).

Selain ke-10 atlet tersebut, Blora juga menyertakan atlet bela diri Sambo, Sunoto, untuk berlaga di PON Papua. Hanya saja cabang Sambo tidak dipertandingkan resmi melainkan partai ekshibisi. (HS-08).

Share This

Dapat Vaksin Pertama, Kohir Didatangi Hendi di Rumah

Terbitkan Pedoman Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi, Menag : Dilarang Pawai