in

DPRD Wacanakan Pemindahan Ibu Kota Kendal, Ini Tanggapan Bupati

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.

HALO KENDAL – DPRD Kabupaten Kendal mewacanakan untuk pemindahan ibu kota Kabupaten Kendal ke tempat yang jauh dari kawasan langganan banjir rob.

Menanggapi hal ini Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengaku belum belum mengetahui wacana tersebut.

Hal tersebut ia sampaikan kepada halosemarang.id, usai mengikuti acara Multi Stakeholder Forum Tahun 2021, bersama PLN UP3 Semarang, yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu (15/2021).

Menurut Bupati, wacana tersebut baru dibicarakan di tingkat DPRD Kendal dan pihaknya belum diajak bicara.

“Ya nanti kita lihat dulu, karena belum tahu. Kan masih pembicaraan di DPRD. Kita belum ada pembicaraan bersama,” ujar Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.

Sebelumnya, para pimpinan DPRD Kabupaten Kendal, membahas wacana tersebut dalam sebuah talkshow. Mereka membahas berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Kendal, salah satunya terkait banjir rob yang hampir mendekati Pusat Pemerintahan.

Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Muhammad Makmun dan Wakil Ketua, Ahmad Suyuti, Ainurochim, dan Maberur.

Menurut Muhammad Makmun posisi Kota Kendal yang tidak jauh dari kawasan yang menjadi langganan rob, membuatnya tidak lagi strategis sebagai ibu kota pemerintahan.

Dia menjelaskan, banjir rob sudah mendekati pusat pemerintahan Kabupaten Kendal. Bahkan, jarak dari titik rob ke kantor bupati Kendal kini tak sampai 1 kilometer.

Jarak ini berdasarkan posisi rob yang saat ini telah sampai di sekitar kantor Dinas PUPR Kendal.

“Kita mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan kajian terhadap wacana pemindahan ibu kota,” kata Makmun, Selasa (14/12/2021).

Menurut Makmun, wacana pemindahan ibu kota Kendal perlu ditindaklanjuti untuk menyelesaikan dua persoalan sekaligus. Yakni, permasalahan terkait ancaman banjir rob dan lokasi kantor pemerintahan yang berpencar antara satu instansi dengan instansi lain berjauhan.

“Kondisi inilah yang menjadikan kurang efektifnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengungkapkan sisi kepadatan penduduk di Kota Kendal yang tinggi, sehingga perlu diurai dengan pemindahan ibu kota pemerintahan.

“Ya kalau soal lahan atau tempat yang tepat itu kemungkinan ada di wilayah selatan. Kalau nggak di Ngampel ya di Pegandon. Pertimbangannya, lokasi strategis dan masih tersedia cukup lahan untuk pemindahan kantor pemerintahan dalam satu kompleks,” terangnya.

Di sisi lain, ia juga menilai dengan pemindahan ibu kota dapat memberikan pelayanan pemerintahan yang lebih terpadu.
Makmun mengemukakan, pemindahan ibu kota kabupaten bukan baru kali ini muncul.

Menurutnya, sejumlah kabupaten telah melakukan pemindahan ibukota dengan berbagai latar pertimbangan.

“Wacana ini perlu kami sampaikan, agar pemerintah daerah bisa mulai merencanakan. Tentunya setelah melalui kajian, kita bisa mempertimbangkan plus dan minusnya dari berbagai aspek,” pungkas Makmun.(HS)

Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun di Kota Semarang Mulai Dilaksakan Pekan Depan

Pertemuan Kedua Lebih Menjanjikan