DPRD Minta Pemkab Kendal Lebih Kreatif Promosikan Destinasi Wisata

Jajaran Komisi D DPRD Kendal saat meninjau kolam renang di Boja yang merupakan milik Pemkab Kendal, baru-baru ini.

 

HALO KENDAL – Sejak ditetapkan darurat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kendal menutup objek wisata milik pemerintah daerah. Beberapa tempat wisata yang ditutup di antaranga Air Terjun Curug Sewu di Kecamatan Patean, Kolam Renang di Boja, dan Pantai Sendang Sikucing di Rowosari.

Saat Komisi D melakukan tinjauan ke kolam renang di Boja yang merupakan milik Pemkab Kendal, terlihat objek wisata tersebut masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Ketua komisi D DPRD Kendal, Mahfud Shodiq mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal dituntut lebih proaktif untuk mengangkat sektor pariwisata saat sudah masuk masa normal nanti. Hal ini guna meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

Menurutnya, Kabupaten Kendal memiliki sejumlah destinasi wisata yang layak dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Dari objek wisata pegunungan sampai pantai, semuanya ada di kabupaten yang berjuluk Permata Pantura ini.

“Perlu upaya dan cara-cara yang inovatif, salah satunya dengan melibatkan anak-anak muda yang kreatif untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kendal melalui media sosial, baik melalui Facebook, Instagram, atau platform media sosial yang lainnya,” terang Mahfud, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut disampaikan, agar memiliki daya tarik bagi kalangan milenial, pengelola objek wisata perlu menyediakan spot-spot khusus untuk pengambilan foto yang Instagramable.

“Selain melibatkan kelompok muda mempromosikan objek wisata melalui media sosial, Pemkab Kendal perlu memasang media publikasi di sejumlah tempat strategis, terutama di daerah perbatasan atau bahkan di luar daerah,” tandasnya.

“Kalau perlu pasang di kota tetangga, seperti Semarang, agar warga dari luar daerah tertarik untuk berkunjung ke Kendal. Kalau cuma dipasang di tempat-tempat sekitar objek wisata, masyarakat sudah tahu,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kendal, Cahyanto berharap, agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir.

Sehingga kepariwisataan segera bisa dapat berjalan normal seperti dulu lagi.

Dirinya mengaku, sektor pariwisata khususnya hotel dan retoran, sangat terpukul dengan adanya dampak pandemi Covid-19 ini.

Oleh karenanya dia berharap semua pihak dapat bekerja sama menanggulangi dengan cara menjalankan protokol kesehatan secara ketat agar tidak menimbulkan klaster baru.

“Melihat trend pergerakan klaster baru, kami berharap para pelaku kepariwisataan di Kendal tetap menjalankan protokol kesehatan, sebagaimana anjuran pemerintah. Dengan demikian jika zonasi sudah hijau maka kepariwisataan dapat pulih kembali,” ujar Cahyanto yang juga ketua Kadin Kendal.

Pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Kendal yang mempunyai otoritas untuk menetapakan kapan objek wisata bisa mulai dibuka.

Dirinya juga berpesan, jika semua pihak memiliki kesadaran dan dapat mematuhi protokol kesehatan, maka kepariwisataan Kendal tidak mendapatkan sentimen negatif dari wisatawan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.