DPRD Kota Semarang Berkomitmen Ikut Jaga Daya Dukung Lingkungan

Dialog DPRD Kota Semarang yang berlangsung di Hotel Noormans Kota Semarang dengan tema Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Kota Semarang, Rabu (15/1/2020).

 

HALO SEMARANG – Sekretariat DPRD Kota Semarang kembali menggelar dialog bersama parlemen Kota Semarang, Rabu (15/1/2020). Kali ini, dialog yang berlangsung di Hotel Noormans Jalan Teuku Umar Kota Semarang ini mengambil tema Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Kota Semarang.

Sebagai narasumber adalah Ketua DPRD Semarang Kadarlusman, pakar lingkungan Undip Prof Dr Sudharto P Hadi dan Kepala Bappeda Kota Semarang, Bunyamin. Dalam dialog yang dipandu oleh Prasetyo Budi ini dihadiri sejumlah kalangan mulai dari aktifis mahasiswa, pegiat LSM, hingga perwakilan sejumlah perguruan tinggi.

Tema yang diambil dinilai menarik karena sesuai dengan realita di masyarakat. Bahwa persoalan lingkungan menjadi masalah yang serius dihadapi oleh masyarakat Kota Semarang, sehingga harus ada solusi yang komprehensif serta berkelanjutan. Untuk itu Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengajak semua stakeholder bergerak bersama menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Hal ini dilakukan agar lingkungan Kota Semarang semakin baik dan terjaga, sehingga bisa dinikmati kelak oleh generasi yang akan datang. Menurut Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, saat ini jumlah penduduk yang beraktivitas di Kota Semarang lebih dari 1,7 juta jiwa pada malam hari.

“Pada siang hari bisa bertambah hingga 2,5 juta jiwa. Tentu banyak persoalan lingkungan yang dihadapi sehingga harus ada kerja sama semua pihak untuk mengatasinya,” ujar Pilus.

Jumlah penduduk yang banyak tentu membutuhkan tempat tinggal, pekerjaan hingga aktifitas sehari-hari yang menimbulkan limbah atau sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan limbah atau sampah ini bisa menjadi ancaman serius.

DPRD Kota Semarang, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, selalu berkomitmen bersama dengan pemkot untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Seperti menjaga ruang terbuka hijau atau RTH, penataan tata ruang dan wilayah, hingga mendorong pemkot menerapkan aturan secara tegas utamanya dalam menjaga daerah hijau.

“Kami juga mendorong pemkot mengalokasi anggaran pembangunan embung, waduk dan daerah resapan air lainnya agar daya dukung lingkungan tetap terjaga,” katanya.

Selain memiliki manfaat untuk daya dukung lingkungan, pembangunan embung dan waduk juga sebagai upaya mengatasi banjir di Kota Semarang.

Saat ini, lanjut Pilus, sudah menunjukan hasinya yang signifikan. Kawasan yang dulu menjadi langganan banjir kini sudah berkurang banyak.

“Tentu ini menjadi komitmen bersama dengan pemkot agar lingkungan kota ini semakin aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu pakar lingkungan Undip, Prof Dr Sudharto P Hadi mengatakan, daya dukung lingkungan diukur dari dua aspek yakni tanah dan air. Ada tiga persoalan yang terkait air. Pertama terlalu banyak saat musim hujan, terlalu sedikit saat musim kemarau dan air kotor yang tercemar limbah.

Sedangkan yang terkait dengan tanah, persoalan lingkungan yang dihadapi adalah land subsidence atau penurunan muka tanah dan alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Penurunan muka tanah di Semarang bagian utara setahun rata-rata 2 hingga 12 cm pertahun,ini persoalan serius,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.