DPRD Jateng Minta Masukan DPRD Jabar Terkait Penyusunan Raperda Ekraf

Wakil Ketua DPRD Jateng Fery Wawan Cahyono dan Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto.

 

HALO SEMARANG – Guna mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penguatan Pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf), Komisi B DPRD Provinsi Jateng melakukan pengayaan data dan informasi ke DPRD Provinsi Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan dewan mengingat Provinsi Jawa Barat mampu mengelola dan memberdayakan pelaku Ekraf.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Ferry Wawan Cahyono menyatakan, dengan adanya pengayaan data dan informasi di Jawa Barat, isi Raperda Ekraf diharapkan bisa lebih sempurna.

“DPRD Provinsi Jateng perlu mendapatkan informasi seputar ekonomi kreatif agar bisa memperkaya data dalam penyusunan Raperda tentang Penguatan Pelaku Ekonomi Kreatif. Harus diakui, Jabar lebih kreatif dalam pembangunan ekonomi kreatif, sehingga menjadi potensi unggulan di tiap daerahnya,” ujarnya saat diskusi dengan dengan jajaran Komisi II DPRD Jabar, di Bandung, Senin (3/11/2020).

Sementara Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Sumanto mengatakan, pengayaan data dan informasi tersebut menjadi hal penting dalam penyusunan isi raperda. Diharapkan, pengelolaan Ekraf Jabar bisa diadaptasi, sehingga bisa menumbuhkan perekonomian di Jateng.

“Pengelolaan Ekraf di Jawa Barat bagus, sehingga bisa kita adopsi dan adaptasi untuk penyusunan Raperda Ekraf di Jateng,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jabar, Yunandar mengatakan, dengan berpatokan pada UU Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekraf, dihasilkan Perda Provinsi Jabar Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif Jabar.

Sehingga muncul Pergub Jabar Nomor 69 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Perda Ekraf Jabar.

“Adanya Perda Ekraf Jabar, ini kami juga mendorong kota lain agar Ekrafnya bisa maju. Karena, se-Indonesia itu hanya ada tiga kota yang masuk dalam kategori ‘Kota Kreatif’, yakni Bandung dengan kriya, Pekalongan untuk batiknya, dan Ambon sebagai kota musik,” ujarnya.

Kabid Industri Pariwisata Disbudpar Provinsi Jabar, Azis Zulfikar menambahkan, saat ini ada 16 subsektor Ekraf di Jabar. Data BPS pada 2016 menyebutkan, di Provinsi Jabar ada 1,5 juta unit usaha Ekraf, 3,8 juta tenaga kerja, pertumbuhan PDRB (product domestic regional bruto) Ekraf 1,66%.

“Untuk terus meningkatkan Ekraf, kami akan menggelar Ekraf Jabar Great Sale. Dengan tagline Stay Creatif Unlimited, diharap ekonomi kreatif di Jabar terus berkembang dan bertumbuh tanpa batas,” kata Azis.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.