Dosen USM Dampingi UMKM Kang Bubur Buat Perencanaan Bisnis

Dosen Fakultas Ekonomi USM yang memberikan pelatihan pada pelaku UMKM di Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dosen Fakultas Ekonomi USM memberikan penyuluhan tentang perencanaan pengembangan usaha atau business plan pada UMKM Kuliner Kang Bubur di Jl Pleburan No 24, Semarang, baru-baru ini.

Dosen USM tersebut antara lain Ratna Wijayanti, SE MM, Eviatiwi KS SE MM dan Suratman SE AK CA, yang memberikan penyuluhan bagimana cara mengembangkan usaha oleh Kang Bubur saat pandemi.

Selama ini Kang Bubur hanya menyediakan kuliner kudapan berupa bubur hitam dengan berbagai macam toping, sehingga dosen USM memberikan pengarahan dan penyuluhan untuk menambah variasi menu berupa jus dan minuman lain, seperti milk shake, poo ice danlain-lain.

Apalagi saat Ramadan ini banyak konsumen yang memebtuhkan minuman segar seperti jus. Tim pengabdian USM juga memberikan kenang-kenangan cup sealed atau alat untuk pengemasan minuman, dan meisn blender kepada pemilik usaha Kang Bubur, Padang Barro.

Menuut Ratna Wijayanti, bahwa pengembangan usaha ada beberapa tahap, mulai dari perencanaan, pengembangan produk, sasaran konsumen, dan promosi.

“Kami memberikan penyuluhan terkait pengembangan usaha kuliner Kang Bubur, mulai dari tahap dari perencanaan, pengembangan produk, sasaran konsumen, dan promosi,” ungkap Ratna.

“Dengan metode pendekatan participatory training yang dilakukan melalui beberapa langkah pembelajaran dalam bentuk penyuluhan dan workshop (pelatihan) berupa penjelasan bagaimana mitra UMKM, Kang Bubur diharapkan terus termotivasi untuk berwirausaha dan dapat menyusun perencanaan bisnis meski di masa pandemi,” tambahnya.

Pada kegiatan pengabdian ini tim dari Fakultas Ekonomi USM memberikan penjelasan mengenai perencanaan pengembangan bisnis kepada Padang Barro selaku pemilik usaha Kang Bubur dari sisi pemasaran, berkaitan dengan produk, harga, promosi, dan lokasi.

“Dari sisi produk kami memberikan saran untuk penambahan variasi menu kuliner yg disediakan, apalagi saat Ramadan pasti kreatifitas variasi menu akan menambah minat konsumen untuk membeli dan mencoba,” katanya.

“Sedangkan untuk harga kami memberikan saran untuk tetap menerapkan harga ekonomis yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat, karena masih dalam kondisi pandemi yang notabene daya beli masyarakat masih belum terlalu kuat,” katanya.

Sementara untuk promosi, pihaknya memberikan saran untuk melalui radio dan selebaran brosur karena Kang Bubur ternyata sudah aktif berpromosi melalui media sosial.

“Pada lokasi atau pemilihan tempat usaha ternyata Kang Bubur juga sudah membuka cabang di daerah Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.