Dosen UPGRIS Ikuti Pendampingan Jafa LLDikti IV Jateng

Rekor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi, MHum usai memberikan sambutan kepada dosen yang mengikuti pendampingan Jafa oleh LLDikti di Kantornya, Kamis (4/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Pendampingan jabatan akademik/fungsional dosen (Jafa) oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jateng secara langsung dilaksanakan di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (4/2/2021).

UPGRIS mendapatkan kesempatan pendampingan percepatan pengusulan Jafa dari LLDikti Wilayah VI Jateng. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong dosen yang berstatus tenaga pengajar, atau belum memiliki Jafa bagi dosen.

“Ini adalah bukti kepedulian dari LLDikti untuk keliling menemui para dosen yang mengajukan jabatan akademik,” tutur Rektor UPGRIS, Dr Muhdi, MHum usai membuka acara pendampingan Jafa bagi dosen.

Muhdi mengatakan, walaupun pihaknya selama ini belum mengalami kesusahan dalam mengajukan Jafa, akan tetapi kegiatan ini merupakan langkah mempercepat proses untuk lebih baik.

“Bagi perguruan tinggi, jabatan akademik menjadi sangat penting karena menuju guru besar dimulai dari asisten ahli. Saat ini kebetulan UPGRIS sedang menuju jenjang Lektor dan Lektor Kepala,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muhdi menerangkan, pendampingan pada dosen yang akan naik jenjang Jafa ke Lektor, Lektor Kepala, serta Profesor terus dilakukan pihaknya. Selain itu, Jafa adalah memiliki kaitan dengan pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Saat ini, terdapat tujuh dosennya yang masuk kriteria jabatan akademik tertinggi atau profesor.

“Pengajaran mungkin bagi dosen tidak menjadi masalah, tapi penelitian dan pengabdian bagi sebagian dosen memiliki rekam jejak yang baik,” terang Muhdi.

Penelitian dan pengabdian di UPGRIS, lanjut Muhdi, dilakukan cukup bagus. UPGRIS berhasil menyabet sepuluh besar nasional pada klaster utama penelitian.
Selain itu, pada pengabdian UPGRIS juga masuk dalam sepuluh besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Menurutnya, dari sisi tersebut membuat UPGRIS tidak terlalu melewati masalah.

“Namun demikian, tidak semua dosen fasih dan mudah dalam memproses jabatan akademik. Oleh karena itu, perlu pembimbingan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng Dr Lukman, ST, MHum mengatakan, dengan adanya pendampingan secara langsung kepada dosen diharapkan dapat mempercepat pengusulan Jafa. Hal ini juga menjadi bagian dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada perguruan tinggi.

“Yang paling penting, dosen sering melakukan penelitian. Hasil dari penelitian adalah karya. Inilah yang menjadikan percepatan bagi dosen dari asisten ahli naik ke lektor hingga guru besar,” tutur Lukman saat memberikan sambutan.

Lukman mengungkapkan, dirinya mendapati penurunan angka penelitian dosen di Jawa Tengah. Menurutnya, penelitian merupakan kewajiban bagi perguruan tinggi. Hal ini termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pengajaran saya kira bapak/ibu sudah baik, namun penelitiannya bermasalah, klasternya turun semua,” imbuhnya.

Lukman terus mendorong UPGRIS dan perguruan tinggi lainnya untuk semangat dan terus melakukan perbaikan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.