in

Dosen FE USM Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Kepada Ibu Rumah Tangga di Ungaran

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci kepada ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci kepada ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang baru-baru ini.

Pelatihan diberikan langsung oleh dosen dari Fakultas Ekonomi USM, yaitu Dra Sri Purwantini, MM, Dr Drs Paulus Wardoyo, MM, dan Dr Dra Endang Rusdianti, MM.

Para ibu-ibu tersebut diberikan pelatihan tentang cara membuat sabun cuci piring yang menyerupai sabun cuci piring merek terkenal.

Menurut Sri salah satu dosen yang memberikan pelatihan, sabun cuci piring ini kualitasnya tidak jauh beda dengan sabun cuci piring yang bisa dibeli ibu-ibu selama ini dengan harga yang cukup mahal, akan tetapi dengan cara membuat sendiri jauh lebih murah.

“Di sini hanya dibutuhkan kemauan dan kreativitas dalam mengkombinasikan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan sabun cuci piring, bahan-bahan yang dibutuhkan sangat mudah dibeli di toko bahan kimia baik on line atau langsung datang ke tokonya,” ungkap Sri.

Sementara Endang dan Paulus menyampaikan materi tentang pengemasan produk bisa menggunakan botol bekas air mineral ataupun yang baru jika ingin dijual produknya.

Keuntungan dari membuat sabun cici piring sendiri selain harganya jauh lebuh murah (sehingga bisa menghemat pengleluaran rutin bulanan), juga bisa menyesuaikan kualitas yang diinginkan.

“Bagi ibu-ibu yang menginkan busa yang banyak, yang keset, yang di tangan tidak kering, yang wangi dan sebagainya bisa dibuat sendiri. Yang penting ibu-ibu memahami masing-masing fungsi dari bahan-bahan sabun tersebut,” ungkap Endang.

Menurutnya pengemasan merupakan salah satu faktor yang penting dalam memasarkan suatu produk. Kemasan yang ekonomis, praktis dan hemat akan sangat menunjang yang berkaitan dengan nilai jual suatu produk.

Melalui kemasan, pelanggan akan mempertimbangkan harga dan kemudahan dalam penggunaaan produk sabun cuci piring.

Dijelaskan juga oleh Paulus, dari aspek kewirausahaaannya bahwa kombinasi pemilihan bahan baku yang digunakan dan ketepatan memilih toko penjual bahan baku, akan sangat mempengaruhi kualitas dan harga prouk per liternya.

Bahan-bahan digunakan untuk membuat formula sabun cuci piring adalah texapon, sodium sulfat, garam dapur, sitrun sir, pewarna, pewangi, air, pengawet, abs, gliseril, foomboster.

Selain bahan utama texapon bisa juga menggunakan bahan yang lain yaitu MES. Untuk itu bagi yang mau memulai usaha membuat sabun cuci piring diperlukan kreativitas dan keberanian berkreasi dalam mencoba formula-formula, sesuai dengan kualitas yang diinginkannya.

Kualitas yang diinginkan tentu saja akan mepengaruhi biaya produksi sabun cuci piring, dan selanjutnya akan mepengaruhi harga jual produknya.

Prinsipnya untuk bisa menarik konsumen harga produk harus jauh lebih murah dari merek yang sudah lama ada di pasaran, agar konsumen tertarik untuk mencobanya. Dan jika konsumen puas tentu terbuka pasar yang lebih luas tambahnya.(HS)

Share This

Es Legen yang Masih Bertahan Ketika Perkebunan Siwalan Genuk Mulai Berubah Jadi Permukiman

Wakil Bupati Ajak Bikers Kendal Jalin Silaturahmi