in

Dorong Pelaku Usaha Melek IT, Kunci Hendi Bangkitkan Ekonomi Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Semarang masa bhakti 2021-2024 di Balai Kota Semarang, Sabtu (26/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi siap ‘tekan gas’ dalam membangkitkan perekonomian di Kota Semarang melalui pemberdayaan UMKM. Upaya tersebut dilakukan agar UMKM kembali menjadi poros ekonomi di Indonesia dan khususnya ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu, saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Semarang masa bhakti 2021-2024 di Balai Kota Semarang, Sabtu (26/9/2021).

Hendi mengakui bahwa pada saat pandemi Covid-19 pihaknya memiliki pekerjaan rumah berat dalam menyeimbangkan fokus antara kesehatan dan perekonomian, agar keduanya sama-sama berjalan.

“Tapi Alhamdulillah saat ini jumlah pasien yang dirawat tinggal 24, maka itu kita kembali membuka ruang-ruang ekonomi. Gasnya diinjak lagi agar perekonomian di Semarang segera bangkit,” tuturnya.

Untuk itu, kepada anggota HIPMI, dirinya berpesan agar dapat mengawal peningkatan ekonomi di wilayah yang dipimpinnya.

“Harapannya Hipmi bisa mengawal ekonomi di kota Semarang yang saat ini sedang fokus pada peningkatan UMKM. Kalau Hipmi dapat mencanangkan program untuk UMKM, saya berterima kasih,” tegasnya.

Hendi menambahkan agar organisasi yang membesarkan namanya itu dapat menjadi mitra dan kepanjangan tangan dari kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kota Semarang. Seperti halnya, saat ini Pemkot Semarang mempunyai program gratis kepengurusan izin bagi UMKM, di antaranya gratis kepengurusan sertifikat jaminan halal, gratis kepengurusan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI, serta gratis desain dan pembuatan 1.000 packaging produk.

“Saat ini, upaya yang kita lakukan adalah agar mereka bersemangat dan tumbuh kembali menjadi poros ekonomi di Indonesia dan juga Kota Semarang,” imbuhnya.

Namun Hendi mengingatkan bahwa Covid-19 belum selesai, sehingga fokus aktivitas diharapkan tidak pada tatap muka, melainkan beralih ke aktivitas secara daring. Maka dirinya juga berpesan agar Hipmi dapat membantu para pelaku UMKM untuk lebih dapat melek IT agar mereka tetap bisa bertahan dalam kondisi apapun.

“Jika sudah lebih melek IT mereka dapat tetap berjualan meski ada PPKM level 4, 3, atau 2 dan ekonomi di Kota Semarang akan bangkit,” pungkasnya.(HS)

Share This

Satlantas Polres Kendal Berikan Sosialisasi Aplikasi “Peduli Lindungi”

Kondisi Jandia Eka Pasca-Laga Melawan Arema FC