in

Dorong Gerakan Sosial Masyarakat, 5.000 Anak di Semarang Khitan Gratis

Program khitan gratis bagi 5.000 anak yatim piatu dan dhuafa, di Klinik Pratama Lestari Medika, Ruko De’Leota Sendangmulyo, Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Konsep pembangunan Bergerak Bersama yang diusung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terus mendapat dukungan dari banyak pihak. Kali ini dukungan datang dari Klinik Lestari Care (LC) yang bekerja sama dengan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Modern Islam Assalam (IKMASS), yang menginisiasi kegiatan khitan gratis bagi anak yatim piatu dhuafa. Tidak tanggung-tanggung, ditargetkan 5.000 anak mendapatkan bantuan khitan gratis setahun ke depan.

Apresiasi pun secara langsung disampaikan Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi saat membuka program khitan gratis bagi 5.000 anak yatim piatu dan dhuafa, di Klinik Pratama Lestari Medika, Ruko De’Leota Sendangmulyo, Semarang, baru-baru ini.

Hendi mengapresiasi kegiatan yang digagas Lestari Care dan IKMASS sebagai perwujudan konsep bergerak bersama. Menurutnya, program tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat.

“Kegiatan yang diadakan kawan-kawan IKMASS dengan klinik Lestari adalah salah satu perwujudan bergerak bersama. Tidak ada biaya pemerintah atau campur tangan pemerintah, tapi mereka melakukan kegiatan yang berguna untuk masyarakat dengan target 5000 anak selama setahun ini,” puji Hendi.

Dirinya juga mengatakan, apabila sewaktu-waktu membutuhkan peran pemerintah, pemerintah siap membantu.

Insya-Allah Saya berharap kegiatan lancar dan pasti kalau dibutuhkan pemerintah siap membantu,” terang Hendi.

Hendi berpesan untuk seluruh masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Untuk itu, dirinya berpesan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Termasuk menanggapi libur Nataru, Hendi menyampaikan bahwa pihaknya tidak melarang kegiatan namun hanya dibatasi.

“Tidak dilarang tapi dibatasi, wisata dibuka tapi dibatasi. Artinya tempat wisata tetap boleh buka tetapi dibatasi jumlahnya. Masyarakat juga boleh berkegiatan selama protokol kesehatan dijaga dengan ketat,” tegas Hendi.

Sementara itu dokter Reni, owner Klinik Lestari Care menambahkan, program 5.000 khitan gratis dilakukan selama setahun ke depan, di setiap hari Jumat. “Ini kita seleksi, karena target kami adalah yang tidak mampu. Artinya, kalau dia mampu kita tunda dan dahulukan yang kurang mampu,” pungkas Reni.(HS)

Sukses Reformasi Birokrasi, KPK RI Beri Apresiasi Pemkot Semarang

Sosialisasikan Perkembangan Peraturan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Semarang Gelar FGD