in

Donor Darah Kegiatan PMI Kota Semarang Paling Populer di Masyarakat

Salah satu kegiatan donor darah yang rutin dilakukan di PMI Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Dari semua program kemanusiaan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Semarang, baru kegiatan donor darah yang paling populer, dan di dalamnya banyak melibatkan masyarakat.

Pasalnya, kegiatan kemanusiaan lain yang dilakukan PMI, seperti penanganan bencana, poliklinik, pendidikan kepalangmerahan dan kewirausahaan, belum banyak membuat masyarakat untuk terlibat.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari survei “Reputasi PMI Kota Semarang di Mata Warga Kota”, belum lama ini.

Survei dilakukan oleh Bidang Komunikasi dan Informasi PMI Kota Semarang, dibantu peneliti dari Budi Santoso Foundation (BSF), Anto Prabowo dan Dadang Aribowo, sebagai konsultan peneliti.

Tujuan survei adalah untuk mengetahui seberapa jauh warga kota mengenal dan terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Semarang.

Sedangkan untuk pengambilan data dilakukan pada awal bulan Februari hingga akhir Maret 2022 lalu.

Survei melibatkan 1.186 responden, dengan komposisi laki-laki 58,94 persen dan perempuan 41,06 persen.

Jika ditilik dari tingkat pendidikannya, terbanyak responden survei adalah lulusan SLTA (SMA/SMK) sebanyak 37,52 persen, lalu sarjana 36,17 persen, Pascasarjana 10,71 persen, Diploma D1-D4 9,95 persen dan paling sedikit adalah lulusan SMP ke bawah 5,65 persen.

Terkait dengan interaksi responden dengan PMI Kota Semarang, lebih dari 95 persen responden mengenal keberadaan lembaga kemanusiaan ini.

Mayoritas responden yaitu 75,63 persen pernah berkunjung ke kantor PMI Kota, mengunjungi situs online-nya 58,94 persen, serta terlibat dalam kegiatan donor darah 73,10 persen.

Tampaknya baru pada kegiatan donor darahlah warga kota paling banyak terlibat.

Aktivitas PMI Kota Semarang yang lain, seperti penanganan kebencanaan, tidak begitu diakrabi, karena hanya 17,88 persen yang pernah terlibat di dalam kegiatan tersebut.

Apakah warga kota tidak mengenalnya? Sangat mengenal! Karena mayoritas warga yaitu 75,54 persen pernah mendapat ajakan untuk terlibat dalam kegiatan penanganan kebencanaan dari PMI dan memahaminya.

Hasil survei juga menunjukkan, di luar donor darah, hanya 24,20 persen yang terlibat dalam kegiatan PMI yang lain, seperti poliklinik, kewirausahaan, serta pendidikan kepalangmerahan.

Selain mengenal dan terlibat dalam kegiatan PMI, khususnya donor darah, warga kota juga menilai positif keberadaan Kantor PMI, Unit Pelayanan Donor Darah (UDD), serta informasi berbagai aktivitas PMI Kota Semarang.

Pijakan untuk Berbenah

Ketua PMI Kota Semarang, Dr dr Awal Prasetyo dalam press release yang diterima halosemarang.id, Jumat (6/5/2022), mengatakan, hasil survei ini menjadi pijakan bagi pihaknya untuk melakukan pembenahan.

“Kami berterima kasih kepada responden yang merelakan waktunya untuk terlibat dalam survei dan memberi perhatian serius dengan memberikan sejumlah komentar dan saran,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, lanjut dr Awal, PMI Kota Semarang akan makin melibatkan warga kota untuk kegiatan-kegiatan di luar donor darah.

“Yang donor darah sudah on the track, tinggal di tingkatkan intensitasnya. Yang di luar donor darah, butuh kreativitas dan effort lebih tinggi lagi. Ada sejumlah kritik dan saran dari responden yang kami nilai sangat konstruktif dan akan kami pertimbangkan untuk diwujudkan,” terangnya.

Ditambahkan, berbagai kemungkinan bisa dilakukan, antara lain merangkul dan bekerja sama dengan berbagai pihak dan memanfaatkan media sosial lebih intensif.

“Selain itu juga menyebarkan pesan-pesan yang lebih atraktif, dan juga melibatkan influencer, dan lain sebagainya,” pungkas dr Awal Prasetyo. (HS-06).

One Way Arus Balik Kalikangkung – Cikampek Resmi Diberlakukan, Kakorlantas: Manfaatkan Jalur Yang Ada

Polda Jateng Prediksi Ada Lonjakan Arus Balik Saat Pemberlakuan One Way Perdana