Doni Monardo : Perlu Mitigasi Vegetasi Kurangi Dampak Tsunami di Cilacap

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dalam penanaman vegetasi di Pantai Cemara Sewu di Desa Bunton Adipala, Rabu (28/4). (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Warga Kabupaten Cilacap perlu berlatih kesiapsiagaan evakuasi mandiri, sekaligus mitigasi vegetasi untuk mengurangi dampak tsunami.

Hal ini karena Cilacap merupakan kota pantai, yang dekat dengan pertemuan lempeng Indoaustralia dan Euroasia. Tumbukan kedua lembeng tersebut, dapat menimbulkan gempa bumi dan tsunami.

Perluanya kesiapan dan mitigasi vegetasi tersebut, ditekankan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dalam kunjungan kerjanya di Cilacap, Rabu (28/4).

Bersama rombongan dari Jakarta, Doni melakukan penanaman vegetasi di Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton Kecamatan Adipala. Jenis vegetasi yang ditanam yakni  tanaman Pule, Palaka, dan Butun.

Acara tersebut, dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Purwati, pimpinan Forkopimda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

Hadir pula Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan mitigasi vegetasi merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan, untuk mengurangi dampak tsunami di wilayah pesisir.

Meski diuntungkan dengan keberadaan Pulau Nusakambangan sebagai benteng alam, namun penanaman vegetasi di sepanjang pantai tetap perlu dilakukan, sebagai langkah melestarikan alam.

“Cilacap pernah merasakan dampak tsunami pada 2006 dengan 165 korban meninggal dunia. Dengan demikian kita berharap apa yang dilakukan saat ini bermanfaat untuk anak cucu kita,” kata Doni, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Enny Supartini, dalam laporannya menjelaskan, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional tahun 2021 telah dilaksanakan di Kabupaten Cilacap, Senin (26/4/2021).

Kegiatan ini diisi simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di dua desa dan lima kelurahan. Masing-masing adalah Desa Bunton dan Gombolharjo Kecamatan Adipala.

Kemudian Kelurahan Cilacap, Tegalkamulyan, dan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan, dan Kelurahan Gunungsimping dan Donan Kecamatan Cilacap Tengah.

“Secara umum partisipasi masyarakat cukup baik, bahkan wanita, anak anak dan lansia turut terlibat”, kata Enny, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto menjelaskan, Cilacap merupakan kabupaten terluas di wilayah Jawa Tengah. Berbagai potensi dan ancaman bencana ada di Kabupaten Cilacap, di antaranya gempa bumi dan tsunami.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Cilacap untuk menanamkan kesadaran mitigasi bencana dan mengenali tempat evakuasi mandiri yang aman di lingkungannya masing-masing.

“Intinya bagaimana menanamkan kesadaran kepada masyarakat bagaimana supaya selamat. Ini harus dilakukan secara mandiri untuk menekan jatuhnya korban”, kata Bupati.

Selain melakukan penanaman vegetasi, Kepala BNPB beserta rombongan juga diagendakan menggelar Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah. Pada kegiatan yang digelar di Ruang Prasanda Rumah Dinas Bupati Cilacap ini, dipaparkan perkembangan terkini kasus Covid-19, sekaligus upaya menekan persebaran Covid-19 jelang hari raya Idul Fitri 1442 H. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.