Dokter Hakam: Pasien Sembuh Dari Covid-19, Masih Bisa Bergejala

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.

 

HALO SEMARANG – Setelah dinyatakan pasien sembuh dari Covid-19, ternyata masih ada gejala yang terkadang dirasakan seperti batuk, sesak napas ataupun demam. Hal ini biasa terjadi apalagi memiliki gejala klinis saat terjangkit Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Dokter M Abdul Hakam mengatakan, gejala berkelanjutan ini disebut dengan Long Covid.

Meski belum ada penelitian resmi, gejala ini terjadi kepada mereka yang memiliki gejala klinis demam, batuk, pilek, sesak napas, ataupun linu saat terkonfirmasi positif.

“Tapi sudah tidak menularkan lagi, setelah 14 hari masa inkubasi, virus akan mati dan hanya sisa bangkai virusnya saja yang masih menempel hingga 80 hari,” katanya, Senin (1/2/2021).

Jika kemungkinan untuk terjadi Long Covid, kata dia, persentasenya hingga 50 persen. Biasanya terjadi kepada wanita, usia lanjut dan memiliki komorbid yang tidak stabil.

Namun, kata Hakam, secara hipotesis Long Covid masih diteliti lebih lanjut karena merupakan hal yang baru.

“Long Covid ini bisa dilawan dengan gaya hidup sehat, juga obat-obatan saat perawatan bisa dilanjutkan untuk dikonsumsi sampai gejala klinis tadi hilang,” ungkapnya.

Pasien sembuh namun memiliki komorbid misalnya jantung lanjut dia, juga diminta waspada dengan tetap melakukan aktivitas olahraga.

Pasalnya, kasus meninggal karena Covid-19 terjadi karena infeksi paru-paru dan peradangan hingga meninggal dan proses pengentalan darah yang cepat.

Hal ini yang sering membuat orang dengan riwayat jantung kasus meninggalnya lebih besar.

“Nah misalnya pasien yang ada di rumah dinas, islamic center yang gejalannya ringan atau masuk dalam OTG kita ajak senam tiap pagi dan sore, kita ajak beraktivitas agar gembira. Tujuannya agar tidak ada proses pengentalan darah, kalau hanya tiduran dan duduk saja ini bahaya,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.