in

DLHK Jateng Sidak Puluhan Perusahaan Pencemar Sungai Bengawan Solo

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng melakukan sidak perusahaan pencemar aliran sungai Bengawan Solo, Rabu (15/9/2021). (dok/DLHK Jateng).

 

HALO SEMARANG – Sanksi administrasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah diberikan kepada 63 perusahaan yang mencemari lingkungan aliran sungai Bengawan Solo.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng menyatakan, sanksi adminitratif telah ditetapkan berupa peringatan perbaikan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), dan melakukan penutupan sementara kepada puluhan perusahaan tersebut.

“Pengawasan telah benar-benar kami lakukan di 63 perusahaan. Kalau masih ada yang melanggar kami beri sanksi administratif untuk memperbaiki air limbah sesuai dengan ketentuan dengan kami beri waktu untuk memperbaiki IPAL selama tiga bulan,” ungkap Widi saat dikontak halosemarang.id, Rabu (15/9/2021).

Selama satu tahun terakhir, pihaknya telah melakukan sejumlah pengawasan. Penilikan itu tertuju kepada 63 perusahaan pelaku pencemaran lingkungan.

Pihaknya masih memberikan kesempatan waktu selama tiga bulan terhadap perusahaan memperbaiki IPAL. Dari 63 perusahaan pelaku pencemaran lingkungan, empat di antaranya terancam hukum pidana dan tengah di proses oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jateng.

“Kami juga bekerja sama dengan Polda Jateng karena ada empat perusahaan tidak melakukan perbaikan meski sudah diperingatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, puluhan perusahaan yang mencemari sungai Bengawan Solo berasal dari industri textile dari Klaten, Sukoharjo, dan Karanganyar. Adapun industri kecil yakni pabrik alkohol juga dalam pengawasan dan perbaikan limbah oleh DLH Jateng.

“Ada juga industri kecil,karena kami juga tahu membuat IPAL juga membutuhkan biaya besar maka kami dampingi,” paparnya.(HS)

 

Share This

Akuntabilitas Pemerintah Tetap Jadi Komitmen Hendi Meski di Tengah Pandemi

Kejari Kendal Tunggu Hasil Inspektorat, Terkait Pemeriksaan Pembangunan Pasar Darurat Weleri