in

DKP Kendal Ajak Pokdakan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Kegiatan Pengeloaan Pembudidayaan Ikan, di aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Kamis (30/11/2023).

HALO KENDAL – Perubahan iklim telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap sejumlah sektor, termasuk perikanan tangkap dan budidaya. Dampak perubahan iklim terhadap budidaya perikanan bisa secara langsung dapat mengubah fisiologi, perilaku dan pertumbuhan, kemampuan reproduksi, kematian ikan, dan produktivitas.

Dampak perubahan iklim ialah perubahan suhu rata-rata global, perubahan presipitasi/curah hujan, kenaikan level permukaan laut dan kenaikan suhu, serta kejadian-kejadian ekstrim lain, seperti siklon, angin ribut, dan banjir.

Hal itu disampaikan drh Hudi Sambodo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, saat beraudiensi dengan para Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dalam Kegiatan Pengeloaan Pembudidayaan Ikan, di aula DKP Kendal, Kamis (30/11/2023).

“Untuk mengurangi kerentanan budidaya perikanan dari dampak perubahan iklim sangat diperlukan adaptasi dan mitigasi pada skala yang sesuai pada tingkat individu, keluarga, institusi pemerintah, baik lokal, nasional dan global, dengan menetapkan rencana penanganan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang,” beber dokter hewan lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

Hudi menyebut, perikanan kolam dan tambak digadang sebagai solusi semakin terbatasnya jumlah ikan di alam. Namun, perkembangan sektor ini ke depannya masih belum jelas, terutama berkenaan dengan perubahan-perubahan lingkungan yang ekstrem.

“Pertumbuhan penduduk yang pesat mengharuskan manusia untuk menemukan solusi dan sumber-sumber protein baru untuk mencegah kelaparan dan kelangkaan pangan,” imbuhnya.

Menurut Hudi, pertumbuhan jangka panjang industri budidaya perikanan membutuhkan praktik-praktik manajemen kegiatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara Kabid Budidaya DKP Kendal, Mutrofin menjelaskan, musim kemarau yang panjang kemarin mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi lambat, khususnya pada saat puncak kemarau (mbediding).

“Kalau pas siang itu panas, kalau malam itu dingin sekali. Jadi ikan tidak bisa tumbuh, bahkan yang tidak kuat ada yang sampai mati. Sehingga pembudidaya perlu memberikan obat-obatan herbal untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh bagi ikan,” jelasnya.

Sedangkan salah satu peserta dari Pokdakan Gajah Makmur, Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung, Kendal, Slamet Riyadi berharap, Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal selalu mendampingi dan memberikan bimbingan kepada para pembudidaya ikan dalam menghadapi perubahan iklim. (HS-06)

 

Perkuat Cooling System Pemilu 2024, Polres Blora Gelar Bakti Sosial

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dinilai Miliki Banyak Dampak Positif