in

DJP Gelar Pelatihan Keuangan dan Perpajakan untuk Pengusaha Penyandang Difabel

Kegiatan Business Development Service (BDS) berupa pemberian pelatihan keuangan dan perpajakan kepada para pengusaha penyandang difabel di Aula Lantai 7, Kanwil DJP I dan Kanwil DJP II, Kamis (4/7/2024).

HALO SEMARANG – Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah I dan Kanwil DJP Jawa Tengah II menyelenggarakan kegiatan Business Development Services (BDS) berupa pemberian pelatihan keuangan dan perpajakan kepada para pengusaha penyandang difabel di Aula Lantai 7, Kanwil DJP Jawa Tengah I (Kamis, 4/7/2024). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan pembinaan para pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) yang dibina oleh Kelompok Kerja (Pokja) UMKM Kemenkeu Satu Jawa Tengah.

Dalam kegiatan ini, DJP menggandeng asosiasi yang menaungi para difabel yaitu Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HIMIKS). Sebanyak 60 peserta UMKM yang tergabung dalam HIMIKS mengikuti kegiatan ini.

Selain para peserta, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Kemenkeu Satu Jawa Tengah yang ikut meramaikan acara. BDS juga diisi dengan pemaparan materi terkait peningkatan kualitas UMKM.

Dalam kesempatan ini, Djoko Tri Saptono, perwakilan dari HIMIKS sebagai pemateri pertama menyampaikan mengenai branding produk kepada para peserta.

“Branding produk yang kuat akan memberikan nilai tambah dari produk,” ungkapnya.

Sedangkan Dredi Rahmanto, selaku Kepala Seksi Supervisi Teknis Aplikasi Kanwil DJPb Jawa Tengah yang juga sebagai pemateri kedua menyampaikan mengenai Digipay sebagai salah satu inovasi pembayaran dan transaksi untuk satker pemerintah.
Dan materi ketiga disampaikan oleh Endah, selaku perwakilan dari Rumah Kreatif BUMN Semarang. Ia menyampaikan materi bagaimana mengajukan permodalan dan strategi pemasaran produk. Dalam menyampaikan materi ini, para pemateri dibantu oleh Mako Mira Lysistrata selaku Juru Bahasa Isyarat.

Sementara, Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Max Darmawan menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kemenkeu, khususnya DJP untuk ikut serta meningkatkan perekonomian.

“BDS ini rutin kami laksanakan sebagai sarana peningkatan perekonomian masyarakat, dan pada tahun ini kami laksanakan bersama para pengusaha di bawah naungan HIMIKS,” ungkap Max, usai acara.

Max juga berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan wawasan perpajakan yang lebih luas kepada para UMKM.

“Karena disini juga ada edukasinya, tentunya kami berharap dapat menambah wawasan keuangan dan perpajakan bagi para UMKM,” pungkasnya. (HS-06)

Usai Dilantik, Farhat Akan Optimalkan Pengadilan Berteknologi di PA Kelas IA Kendal

Pemkot Semarang Gelar Townhall Muda Fest “Kita Muda, Kita Masa Depan!”