DJKN Optimistis Penyertaan Modal Negara Bisa Terserap Hingga Akhir Tahun 2020

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Meirijal Nur. (Foto : Kemenkeu.go.id)

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), optimists Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2020, dapat terserap seluruhnya tahun ini.

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Meirijal Nur pada media briefing virtual tentang Dukungan Pemerintah Kepada BUMN pada APBN 2020, Jumat, (20/11) mengatakan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2020, yang termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dialokasikan sebesar Rp 45,051 triliun.

“Untuk PMN tunai Rp16,95 triliun (alokasi awal ditetapkan tahun 2019, sebelum Perpres 72), PMN (tunai) dalam rangka PEN Rp24,07 triliun dan PMN yang berasal dari non tunai (alokasi awal) Rp4,031 triliun. Total BUMN menerima PMN itu Rp45,051 triliun di tahun 2020 ini,” kata dia.

Anggaran tersebut sudah direalisasikan sebesar Rp16,95 triliun dari total Rp45,051 triliun hingga awal November 2020.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata . (Foto: kemenkeu.go.id)

Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata mengatakan pencairan beberapa PMN tidak bisa cepat karena masih proses legislasi. Tetapi dia menyatakan optimistis, PMN dapat terserap seluruhnya tahun ini.

“Proses diskusi pada dasarnya untuk evaluasi sudah selesai, tetapi proses legislasi dalam PP (peraturan pemerintah), masih berlangsung. Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya sebelum akhir Desember dan bisa direalisasikan,” harapnya.

Isa menambahkan alokasi awal anggaran PMN tersebut memang sudah direncanakan untuk BUMN yang diberikan penugasan khusus oleh pemerintah yang diases bersama oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Yang ditetapkan awal itu memang berdasarkan asesmen Kementerian Keuangan dan BUMN berdasarkan kegiatan tertentu yang ditetapkan pemerintah, Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Contohnya PLN mengembangkan listrik hingga pedesaan dan energi baru terbarukan. SMF, kita menugasi untuk membantu BLU PDPPP untuk pembiayaan perumahan MBR (Masyarakat Berpendapatan Rendah), Geodipa untuk mengembangkan geo thermal,” jelasnya.

Tambahan PMN yang diberikan saat pandemi Covid-19 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditujukan untuk membuat BUMN, UMKM dan korporasi bertahan.

Isa juga menjelaskan bahwa PMN nontunai dapat berasal dari konversi Piutang Negara pada BUMN (RDI/SLA, hutang dividen), Barang Milik Negara (BMN), dan Bantuan Pemerintah yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS). Pemerintah bermaksud untuk memperbaiki struktur permodalan dan/atau meningkatkan kapasitas produksi BUMN, mendukung pelaksanaan penugasan dari pemerintah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan BMN.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.