Ditunggu, Peran Dewan Mediasi FKUB Surakarta Selesaikan Konflik

Pengukuhan Dewan Mediasi dan Fasilitasi FKUB Surakarta, di Hotel Grand Sae Surakarta. (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan antarumat beragama, khususnya konflik pendirian rumah ibadah dan konflik lain yang berbau agama.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, dalam pengukuhan Dewan Mediasi dan Fasilitasi FKUB Surakarta, di Hotel Grand Sae Surakarta, Kamis (8/4).

“Dengan terbentuknya tim ini, saya yakin tokoh spesialis yang ditunjuk menjadi corong mediasi, bisa menyelesaikan perkara yang timbul. Karena selain punya kapabilitas juga disegani. Jangan sampai Solo yang nyaman dan dua kali diberi predikat Kota Ternyaman di Indonesia, hanya lip service. Kondusifitas salah satunya berasal dari terjaga dan semakin berkualitasnya sikap hormat menghormati antarpemeluk agama,” kata Teguh, seperti dirilis Surakarta.go.id.

Dia juga menyatakan mengapresiasi seluruh jajaran FKUB. “Mari kita bekerja sama. Peran pemerintah mendorong dan menguatkan agar FKUB di lapangan, bisa menjalankan tugas dengan baik,” imbuh Wawali.

Teguh juga mengatakan FKUB dengan DMF nya ditunggu peran nyatanya, dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kita minimalkan adanya perbedaan pendapat. Mulai dengan terbentuknya DMF hari ini, tugas menunggu, termasuk di Joyotakan, Kelurahan pajang, dan Manahan,” katanya.

Wawali juga meminta perlunya diwaspadai pengaruh orang luar daerah, yang berusaha membuat Kota Surakarta tidak nyaman, khususnya dalam kehidupan beragama.

“Yang di wilayah perbatasan memang perlu diwaspadai pengaruh luar. Tugas FKUB buka mata dan telinga lebar-lebar. Laporkan pada saya dan wali kota, apabila ada yang ingin mengganggu ketentraman dan kenyamanan Kota Solo,” ucapnya.

Pada kesempatan Dialog Lintas Agama tersebut, Wawali Teguh mengingatkan terkait ibadah Ramadhan ini, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan dengan baik, khususnya dalam beribadah antara lain buka puasa dan sahur harus satu keluarga inti di rumah saja, tidak ada tarling, tarawih dengan kapasitas 50 % dari kapasitas ruang ibadah masjid dan jarak antarjamaah minimal 1,5 meter.

Dalam dialog dengan moderator Kepala Kemenag Surakarta, Mustain Ahmad, anggota FKUB Surakarta, Al Munawar mengatakan agar dalam Ramadhan 1442 H,  jangan sampai jumlah penderita Covid 19 naik lagi.

“Perlu pengawasan dan kontrol saat ini dengan kondisi sudah mulai baik jangan sampai ibadah puasa malah menjadi sumber penularan baru,” katanya.

Sementara, Arif Absori mengemukakan, divisi mediasi ini untuk membantu apabila ada masalah di lapangan. Setelah 6 hari dilatih dalam hal mediasi dan fasilitasi untuk menyelesaikan konflik keagamaan diharapkan.

“Ke depannya divisi ini bisa berperan nyata dalam tugasnya. Sumbangsih dalam mengawal Solo yang nyaman dan kondusif diyakini mampu dijalankan karena DMF diisi personel yang kompeten,” harapnya.

Suyoto dari FKUB Kecamatan Serengan, mengungkapkan adanya persoalan pendirian Taman Pendidikan Anak milik salah satu gereja di Kelurahan Joyotakan. Izin tersebut sulit keluar, karena ada warga tertentu yang menolak. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.