Dituding Sebagai Partai Keluarga, Ini Kata Kader Partai Demokrat Di Daerah

Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Semarang, Wiwin Subiyono.

 

HALO SEMARANG – Perselisihan antara pendiri dan pengurus DPP Partai Demokrat, terus memanas pasca konfrensi pers kudeta yang dilontarkan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Belakangan, konflik ini meluas dan menyeret nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Politisi senior dan pendiri Partai Demokrat (PD), Ahmad Yahya dan Darmizal MS menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Demokrat menjadi partai keluarga. Tak hanya mereka, Mantan wakil ketua umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua juga menyampaikan tudingan serupa.

Persoalan di DPP Partai Demokrat ini pun mendapat respon dari kader Partai Demokrat di daerah.

Anggota Komis B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang sekaligus Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Semarang, Wiwin Subiyono mengatakan, isu terkait upaya menjadikan Partai Demokrat sebagai partai keluarga tidaklah benar.

Bahkan tudingan pelanggaran AD/ART atas keterpilihan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat dalam kongres yang berlangsung pada tahun 2020 lalu, menurutnya juga tak beralasan.

Artinya AHY yang saat ini dijadikan Ketua Umum DPP Partai berlambang bintang mercy ini, yang notabenenya adalah anak dari SBY, mepunyai kapasitas menjadi seorang pemimpin dan bisa menyatukan semua kader Demokrat di Indonesia.

“Apalagi menurut saya, Mas AHY adalah ikon. Dan partai Demokrat ini butuh ikon, sebagai sosok pemersatu,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Wiwin menambahkan, karena saat ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pendiri partai tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, tentunya AHY berpeluang tampil untuk menjadi pemersatu di internal tubuh Partai Demokrat.

“Artinya simbol SBY, melalui AHY ini justru masih tetap solid. Saya meragukan, kalau dipimpin selain AHY. Karena saya melihat Mas AHY menjadi Ketua Umum DPP sudah mampu membuat Demokrat menjadi lebih solid. Mulai DPD, DPC di Indonesia,” imbuhnya.

Menurutnya, AHY adalah simbol sebagai pemersatu partai Demokrat. Memang ada upaya untuk menggeser kepemimpinan AHY sebagai ketua umum, atau santer yang diberikan akan dikudeta dari luar. Menurutnya ini justru hanya upaya pihak lain yang ingin merusak Partai Demokrat.

“Kan pengurus Partai Demokrat sudah jelas disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Sedangkan di luar itu kami anggap ilegal,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan AHY menjadi ketua umum Partai Demokrat, karena yang bersangkutan selama ini mampu menjadi sosok yang bisa mempersatukan semuanya.

“Kami tidak terpengaruh adanya isu yang ingin mengkudeta AHY, semua kader di Indonesia solid mendukung AHY sebagai ketua umum Demokrat. Dan kami sangat loyal terhadap partai,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.