Ditlantas Polda Jateng Ajak Masyarakat Kritisi Pendatang Dari Luar Jateng Terkait Larangan Mudik

Ilustrasi Mudik/pch.vektor – freepik.com.

 

HALO SEMARANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) ajak masyarakat mengkritisi pendatang luar Jateng terkait larangan mudik pada 6 hingga 21 Mei mendatang.

Hal tersebut guna menekan angka penyebaran virus Covid-19 agar tidak semakin meningkat.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat agar mengkritisi hal-hal yang mencurigakan terkait pendatang dari luar Jawa Tengah, baik itu sebelum larangan mudik maupun saat larangan mudik.

Hal tersebut diungkapkan Rudy karena pihaknya tidak bisa serta merta membalikkan pendatang yang sudah masuk di wilayah Jawa Tengah.

“Orang yang sudah masuk ke wilayah Jawa Tengah gak mungkin kita balikkan. Nah ini diharapkan kerja sama PPKM Sekala Mikro untuk peran masyarakat agar mengkritisi,” ucapnya usai Apel kebangsaan di Mapolretabes Semarang Jumat (30/4/2021).

“Mungkin kalau ada orang yang mencurgikan kemudian bisa diamankan oleh PPKM Sekala Mikro untuk disampaikan melakukan isolasi lalu swab dan lima hari kemudian dia (pendatang) bisa interaksi dengan warga,” lanjutnya.

Rudy menjelaskan, hal tersebut diharapkan agar serangkaian kegiatan pelarangan mudik atau penekanan angka Covid-19 yang sudah dilakukan tidak sia-sia.

“Jangan sampai hal ini terjadi pada kota-kota lain, nanti kerja kita selama ini malah mubazir,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan memperkuat pengamanan termasuk penyekatan di jalur-jalur tikus terkait pelarangan mudik.

“Jalur tikus ini sebenarnya banyak, tapi kita berdayakan Polsek. Polsek pada saat pelaksanaan mudik tanggal 6 mereka juga sudah bermain (pengamanan) juga termasuk penyekatan juga,” pungkasnya.

“Dan Polsek kan tau terkait warganya yang keluar masuk saat larangan mudik. Tapi begitu masuk ini kendaraan dari mana kemudian ditanya mau ke mana. Dengan bekerja sama dengan PPKM Sekala Mikro kalau ketahuan kita akan tahan. Kalau dia nakal perintah Gubernur dan Kapolda kita karantina,” tutupnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.