in

Ditinggal Ibu Merantau, Pelajar SMK Asal Kabupaten Semarang Jadi Korban Pencabulan Ayah Tirinya

S, tersangka pencabulan terhadap anak tirinya beserta barang bukti kejahatan sudah diamamkan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. 
HALO SEMARANG – Aksi bejat dilakukan oleh S (38) warga di Desa Randugunting, Bergas, Kabupaten Semarang ini. Ia tega mencabuli anak tirinya selama sang istri pergi merantau untuk bekerja di Kalimantan.
Perbuatan bejat tersangka berhasil terungkap saat korban meminta ibunya untuk segera pulang ke rumah dari perantauan.
“Sesampainya di rumah, korban langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya. Sang ibu yang tidak terima bersama korban kemudian melapor ke Satreskrim Polres Semarang,” ujar Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika Sabtu (19/2/2022).
AKBP Yovan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka S di rumahnya pada Jumat (18/2/2022).
“Dari hasil pendalaman, perbuatan tersebut dilakukan sejak korban kelas IV SD hingga kini duduk di kelas XI SMK yang akhirnya diketahui sang ibu setelah ditinggal 10 tahun merantau,” bebernya.
Ia menjelaskan pelaporan kasus ini bermula saat sang ibu diminta oleh anak korban untuk segera pulang kerumah dan langsung menuju ke rumah salah satu saksi berinisial SP di Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.
“Lalu di rumah saksi pelapor langsung bertemu dengan anak, kemudian bercerita tentang peristiwa yg selama ini dialaminya” paparnya.
Dari pengakuan korban, lanjut Kapolres, tersangka hampir setiap hari mencabuli korban di rumahnya sendiri. Bahkan yang lebih bejat lagi, tersangka mendokumentasikan alat kelamin korban di ponselnya untuk dijadikan bahan fantasi.
“Tersangka S ini juga melakukan ancaman kepada korban untuk tidak bercerita kepada siapapun apa yang telah diperbuat,” ucapnya.
Untuk mempertanggung jawablan perbuatannya, tersangka terancam Pasal 81 Ayat 1,2 dan 3 Jo pasal 76 D atau Pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 76E UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan pasal 37 Jo Pasal 11 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. (HS-06)

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Pemkab Wonosobo Akan Kembali Gelar Operasi Pasar

Ketika Ganjar ke Pondok Kalijaran, Ziarah Makam Mbah Hisyam Hingga jadi Pengasuh Pondok