Diterjang Abrasi, Kawasan Pulau Tiban Kendal Dihijaukan Dengan Mangrove

Penanaman bakau oleh PT Jasa Raharja dan Dinas Lingkungan Hidup Kendal di kawasan Pulau Tiban, Kendal, Sabtu (7/11/2020).

 

HALO KENDAL – Kawasan Pulau Tiban yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Kendal kondisinya kini semakin memprihatinkan akibat abrasi.

Hal itu mendorong PT Jasa Raharja untuk melakukan penghijauan seribu bibit tanaman bakau (mangrove) di kawasan yang ada di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon tersebut.

Menggandeng vendor Senyum Untuk Negeri (SUN), melalui program Thousand Mangroves for Kendal bertekad mengembalikan Pulau Tiban sebagai tempat wisata yag bisa diandalkan untuk mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Kendal.

Penanaman perdana oleh perwakilan dari PT Jasa Raharja, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, SUN, kepala desa, Pokdarwis dan warga setempat dilaksanakan Minggu (8/11/2020).

Kepala Urusan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Raharja, Hermanus H mengatakan, Jasa Raharja Peduli Lingkungan, melakukan program penghijauan di Pulau Tiban.

“Tujuannya untuk memulihkan kondisi yang rusak akibat abrasi. Maka dengan penghijauan diharapkan mampu mencegah dan menahan gelombang abrasi,” terangnya.

Hermanus berharap, agar Pulau Tiban bisa pulih, dan tetap menjadi tempat wisata yang bisa diandalkan.

“Dengan adanya tempat wisata, bisa mendatangkan wisata, sehingga perekonomian masyarakat setempat bisa terangkat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, CEO SUN, Widi Sulistiono mengatakan, bahwa dipilihnya bakau untuk ditanam di Pulau Tiban ini, setelah berkoordinasi dengan pihak BNPB dan Pemkab Kendal.

Menurutnya, kawasan Pulau Tiban yang sudah menjadi tempat wisata harus dipertahankan, bahkan dikembangkan.

“Kawasan Pulau Tiban cukup parah terkena abrasi, padahal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai tempat wisata bagus,” kata Widi.

Sementara itu Kepala Desa Kartika Jaya, Budi Hartono mengatakan, abrasi yang terjadi setiap tahun sejak 2017, mengakibatkan banyak daratan yang terkikis.

“Pulau Tiban yang menjadi ikon wisata juga ikut tenggelam, termasuk fasilitas yang ada ikut terhempas abrasi,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Budi, abrasi juga melanda area perkampungan, yang menyebabkan rumah-rumah warga banyak kemasukan air pasang.

“Abrasi membuat banyak persoalan di kawasan pesisir. Maka kami berharap kepada semua pihak bisa ikut membantu menangani abrasi, seperti yang dilakukan oleh Jasa Raharja ini,” ungkapnya.

Usai penanaman, kemudian menyusuri sungai untuk melihat Pulau Tiban yang kondisinya sudah hilang terendam air laut.

Hempasan ombak menyebabkan pohon-pohon cemara yang berada di Pulau Tiban tumbang tak bersisa, bahkan lapak-lapak pedagang dan fasilitas, seperti MCK pun hilang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.