in

Ditarik Tarif Parkir Lebih Mahal di Klaten, Masyarakat Dipersilakan Mengadu

Juru parkir menata kendaraan di kantong parkir di Kabupaten Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Masyarakat dipersilakan melapor melalui kanal aduan yang telah disediakan oleh Pemkab Klaten, jika menemui juru parkir di wilayah itu, yang menarik uang parkir melebihi ketentuan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Dia mengatakan, meski libur Lebaran telah usai, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat wisata masih banyak didatangi masyarakat. Hal ini mengakibatkan jumlah kendaraan yang terparkir pun meningkat.

Karena itu, selain meminta juru parkir untuk menata kendaraan di tempat kerjanya agar tetap rapi, Supriyono juga meminta juru parkir tak menaikkan tarif.

“Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluhkan tarif parkir yang mendadak naik dan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata dia.

Menurutnya juru parkir wajib mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum. Dalam peraturan itu, kendaraan roda dua tidak bermotor dikenai tarif parkir Rp 500; kendaraan roda dua bermotor Rp 1.000; kendaraan roda tiga bermotor senilai Rp 1.500; dan kendaraan roda empat bermotor senilai Rp 2.000.

Adapun tarif parkir angkutan barang, yakni kendaraan roda empat bermotor adalah Rp 2.000; roda enam bermotor senilai Rp 5.000; dan kendaraan bermotor dengan roda lebih dari enam senilai Rp 10.000, tarif tersebut berlaku untuk satu kali parkir.

“Sosialisasi tarif, sudah dilakukan dan tertera di papan yang terpasang di kantong-kantong parkir untuk dipedomani, baik jukir maupun masyarakat,” katanya.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Ceper ini, meminta masyarakat tak segan menegur jukir yang menarik retribusi tidak sesuai aturan. Masyarakat juga diminta untuk meminta karcis parkir, sebagai bukti retribusi. Hal ini untuk mencegah aksi juru parkir liar yang tidak memiliki karcis resmi dari Pemkab Klaten.

“Masyarakat juga dipersilahkan untuk mengadukan penarikan retribusi parkir yang tidak sesuai tarif dan jumlahnya tidak wajar kepada kami. Kami juga akan menyebar petugas yang rutin melakukan pemantauan di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Supriyono menyampaikan momen lebaran tidak boleh dijadikan aji mumpung oleh jukir. Pasalnya, hal ini dapat merugikan masyarakat dan memicu munculnya parkir liar. (HS-08)

Lagi-lagi Kendal Meraih Gelar WTP

Menurut Polisi, Terbaliknya Perahu Wisata WKO Karena Kelebihan Muatan