in

Ditarget Rampung Akhir Tahun 2022, Begini Kenampakan Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang yang Buat Penasaran dan Pacu Adrenalin Wisatawan

Pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik telah rampung pengerjaan pada akhir tahun 2022.

SETELAH sempat tertunda pembangunannya pada tahun 2021 lalu, karena adanya permasalahan pada kontraktor pengerjaan. Pembangunan Jembatan Kaca di Hutan Wisata Tinjomoyo, di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang akhirnya selesai dikerjakan pada akhir Desember tahun 2022. Jembatan kaca yang memiliki panjang sekitar 40 meter dengan lebar 2,5 meter ini bakal menjadi salah satu jujugan wisatawan sekaligus ikon destinasi wisata baru di Kota Semarang. Meski saat ini belum di buka untuk umum.

Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang masih melakukan perbaikan akses masuk ke Jembatan Kaca Tinjomoyo. Kepala Bidang Bina Marga DPU Kota Semarang, Suriyati mengatakan, kondisi akses jembatan kaca rusak sehingga perlu peningkatan jalan terlebih dahulu.

Perbaikan jalan dilakukan secara swakelola yakni dikerjakan oleh tenaga DPU sendiri. Perbaikan akses masuk meliputi pembuatan talud baru dan perbaikan jalan.

“Target secepat mungkin kami selesaikan. Ini dikebut terus, tapi memang cuaca terkadang kurang mendukung,” terang Atik, sapaannya, Jumat (13/1/2023).

Saat ini, Jembatan Kaca Tinjomoyo belum beroperasi. Atik mengatakan, saat ini operasional jembatan kaca masih dirapatkan oleh Pemerintah Kota Semarang. DPU hanya melakukan pembangunan sarana dan prasarana (sarpras). Adapun pengelolaan dilakukan oleh dinas terkait.

“Ini masih dirapatkan di pemkot, ke depan dikelola seperti apa, siapa yang mengelola, instansi mana. Misalnya, dikelola Disbudpar, nanti perlu menyiapkan sesuai standar operasional prosedur atau SOP yang dibuat,” imbuhnya.

Atik menjelaskan, SOP saat ini masih dibahas oleh bagian perencanaan DPU Kota Semarang bersama pihak pabrik kacanya. Nantinya, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan wisatawan saat berada di Jembatan Kaca Tinjomoyo. Pengaturan wisatawan juga diperlukan mengingat tangga menuju ke jembatan kaca baru dibangun satu.

“Berapa jumlah maksimal wisatawan yang naik, tidak boleh pakai sepatu seperti apa, parkirnya dimana. Nanti, Disbudpar akan menyiapkan sesuai SOP,” paparnya.

Kepala DPU Kota Semarang, Sih Rianung menambahkan, ketinggian jembatan kaca sekitar 20 meter dengan pemandangan berupa aliran Sungai Garang yang terdapat di bawahnya. Panjang jembatan sekitar 40 meter, dengan lebar jembatan 2,6 meter.

“Kacanya kami pakai jenis tempered lima sentimeter tiga lapis,” imbuhnya.

Menurut Rianung, jembatan kaca tersebut memiliki efek retak di tengah jembatan. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat dengan penyakit tertentu, misalnya jantung atau trauma dengan ketinggian, agar berhati-hati saat berada di atas jembatan. Sebab, jembatan kaca ini cukup memacu adrenalin pengunjung.

“Aturan masih diolah, berapa orang yang bisa masuk. Kami akan melakukan pembatasan seperlunya sesuai kondisi yang ada,” tambahnya.

Sedangkan peresmiannya, lanjut Rianung akan dilakukan bersamaan dengan proyek Pemerintah Kota Semarang yang dibangun pada 2022.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono optimis jika pembangunan jembatan Kaca Tinjomoyo tepat waktu dan akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Lumpia. Apalagi, kontruksi pengerjaan saat ini dibuat lebih kuat dan tidak berpengaruh debit air sungai.

“Adapun anggaran pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo menelan sekitar Rp 10,7 miliar, diharapkan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan agar berkunjung ke Kota Semarang,” harapnya. (HS-06)

Sambut Hari Valentine, Hotel Dafam Semarang Akan Gelar Lomba Lari “Fun Run Kawin Lari 7K”

Hyundai Stargazer, Mobil Mewah Berteknologi dengan Harga Terjangkau