Disperkim Tindaklanjuti Info Warga Meninggal Diduga Tersengat Listrik Saat Melintasi Banjir Di Jalan Kaligawe

Ilustrasi: Banjir di Jalan Kaligawe, Rabu (24/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Informasi tentang adanya korban meninggal dunia yang diduga tersengat listrik daat melintasi banjir di Kaligawe, direspon oleh Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang.

Meski dari pemeriksaan rumah sakit diketahui penyebab kematian korban bukan dari sengat listrik, namun Disperkim tetap mengecek dan memastikan informasi tersebut.

Kasi Bidang PSU Prasarana dan Utilitas Umum Disperkim Kota Semarang, Winarko mengatakan, pihaknya telah meninjaklanjuti kejadian adanya informasi, salah seorang pengendara sepeda yang meninggal dunia yang diduga disebabkan tersentrum dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).

Pihaknya, datang ke lokasi kejadian bersama tim dan pihak PLN yang membawahi di area tersebut.

“Setelah mendapatkan kabar adanya kejadian di depan RSI Sultan Agung, kami langsung ke lokasi untuk mengeceknya,” katanya, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, jika saat kejadian pada waktu atau jam tersebut, secara teknis posisi tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sedang tidak menyala atau tidak ada aliran listriknya.

“Sehingga secara teknis tiang PJU Disperkim saat kejadian dalam kondisi aman. Karena lampu penerangan jalan hanya menyala pada pukul 17.30 WIB hinga pukul 05.30 WIB. Selebihnya otomatis akan mati sendiri,” imbuhnya.

Dikatakan, tiang PJU memakai alat timer, secara otomatis off dan on sesuai jam atau waktu tersebut.

“Sumber listrik untuk PJU di ruas Jalan Kaligawe memang dari PLN. Hari ini akan kita cek lagi, kepastiannya penyebabnya apa, kalau PJU sudah dinyalakan kembali, baru bisa kita cek penyebab meninggalnya korban,” katanya.

Dia menambahkan, saat kejadian, memang PLN memadamkan aliran listrik, termasuk semua PJU di ruas Jalan Kaligawe yang pada saat banjir tersebut.

“Sebenarnya, Disperkim ingin memastikan apakah betul penyebab meninggalnya korban disebabkan dari tiang PJU kami atau tidak. Saat kami berada di titik sekitar lokasi kejadian, PJU itu memang terdapat batu-batu berserakan dari kanstin atau dari median jalan yang ambrol karena diterjang banjir. Kemungkinan saat korban naik sepeda, kemungkinan menabrak batu-batu itu yang ada di kanan kirinya sehingga membuat korban terjatuh ke dalam air banjir. Atau korban tersandung cor fondasi dari tiang PJU,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang warga atas nama Danu Julian Pamungkas (30) warga Wonodri, Semarang Selatan, meninggal dunia saat menuju kawasan industri Terboyo, dan melintasi banjir di ruas Jalan Kaligawe, pada Jumat (26/2/2021) lalu.

Dugaan awal penyebab korban meninggal karena tersengat aliran listrik dari tiang PJU di lokasi banjir. Namun, setelah Polsek Genuk dan Tim Medis RSI Sultan Agung Semarang melakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan tanda-tanda tersengat listrik.

“Visum luar tak ada tanda kesetrum, jadi penyebab korban meninggal belum jelas. Kami masih menunggu pihak keluarga untuk pemeriksaan lanjutan,” terang Kapolsek Genuk, Kompol Subroto.

Dia menjelaskan, korban awalnya hendak pergi berangkat kerja di sebuah pabrik di Kawasan Industri Terboyo.

Korban saat itu mengendarai sepeda ontel warna putih. Saat melintasi Jalan Kaligawe, tepatnya di sisi kanan jalan arah traffic light eks-Terminal Terboyo, tiba-tiba korban terjatuh.

Saat itu kondisi jalan tergenang banjir setinggi kurang lebih 70 cm, korban akhirnya tergeletak di tengah air.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.