in

Disperkim Tangani Tanah Makam di TPU Bergota II yang Retak dengan Bangun Talut

Petugas memperbaiki batu nisan yang tanah makamnya retak karena tergerus air hujan di TPU Bergota II.

 

HALO SEMARANG – Curah hujan tinggi yang terjadi di Kota Semarang beberapa hari terakhir, membuat tanah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota II retak. Dampaknya, puluhan makam yang rusak hingga batu nisan diatas makam ada yang ambruk.

Krisnadi, salah satu ahli waris yang keluarganya dimakamkan TPU Bergota II menjelaskan, jika retakan tanah terjadi pada lahan makam yang letaknya ada di kontur yang miring, sehingga tergerus air hujan.

“Tadi pagi saya kebetulan mau nyekar keluarga, kaget melihat kok tanah makam retak-retak. Kondisi ini sudah terjadi beberapa kali,” katanya.

Ia meminta agar dinas terkait bisa melakukan langkah antisipasi, dengan membangun saluran atau talut sehingga aliran air tidak langsung turun ke area pemakaman yang ada di bawah.

“Harusnya ada langkah pencegahan dengan membangun saluran air sehingga air tidak turun langsung ke makam yang di bawah,” harapnya.

Dari kejadian ini, petugas pemakaman langsung melakukan perbaikan jangka pendek dengan meratakan tanah yang retak. Selain itu batu nisan yang ambruk juga kembali dipasang. Sedikitnya ada 30 makam yang terdampak, kebetulan makam baru di lahan yang agak miring.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkrim) Kota Semarang, Murni Ediati dikonfirmasi memastikan jika rekahan tanah yang terjadi bukan karena longsor, melainkan limpasan aliran air dari area pemakaman yang ada di atasnya.

“Kebetulan tanahnya ini ada di perengan, saat hujan air turun ke area makam ini ngecembeng dan membuat retakan. Tidak ada kerusakan berat, “jelas Pipie, sapaan akrabnya.

Adapun makam yang terkena, lanjut Pipie, total ada sekitar 30 sampai 40 makam yang terdampak, selain digunakan sebagai pemakaman biasa, ada beberapa makam warga Semarang yang meninggal karena Covid-19. Terkait langkah antisipasi pihaknya akan mengajukan anggaran pembangunan saluran air dan talud pada anggaran perubahan tahun 2021 ini.

“Kita akan bangun saluran dan talut, mungkin juga kotakan makam agar tidak lagi tergerus. Kalau pakai rumput nggak bisa, nanti akan kita hitung dulu anggarannya berapa karena ada beberapa saluran air yang kita bangun,” ucapnya.

Sedangkan untuk perbaikan jangka pendek, kata dia sementara dilakukan perataan tanah yang retak atau merekah. Namun untuk jangka panjang, perlu dilakukan eksekusi berupa pembangunan saluran air dan talut.(HS)

Share This

Nilai Ekspor Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Airlangga: Indikasi Pemulihan Ekonomi Berlanjut

Pendamping Hukum Tersangka Pembunuhan Taruna PIP Semarang Minta Kemenhub Tetap Turunkan Ijazah Demi Masa Depannya