in

Disperkim Pastikan Tak Ada Penyelewengan Dana RTLH

Plt Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, saat melakukan tinjauan langsung ke penerima bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Rabu (12/12).
SEMARANG – Plt Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali melakukan tinjauan langsung ke penerima bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Rabu (12/12).
Tinjauan tersebut dilakukan untuk mengecek informasi adanya pemotongan dana bantuan RTLH yang diterima para penerima bantuan. Dia menyatakan, jika proses pekerjaan rehab rumah warga penerima oleh rekanan saat ini masih berlangsung.
“Pekerjaan masih berjalan, belum opname. Kami hanya akan membayar rekanan sesuai yang dikeluarkan. Kalau yang diterimakan hanya Rp 7 juta seperti pada berita, kami juga akan membayarnya Rp 7 juta,” kata Ali.
Dia menjelaskan, dana bantuan program RTLH dari Pemkot Semarang tidak semuanya diterimakan kepada penerima. Dari total Rp 15 juta pagu bantuan, hanya Rp 2,5 juta yang diterimakan secara langsung kepada penerima untuk dikelola. Dana tersebut diperuntukkan bagi biaya upah tenaga atau tukang.
“Jadi hanya Rp 2,5 juta saja yang diterima dan dikelola penerima secara langsung. Sisanya Rp 12,5 juta termasuk potongan PPN 10 persen itu dikelola rekanan,” jelasnya.
Dia menyadari dengan dana Rp 2,5 juta untuk membayar upah tukang, sangat memungkinkan masih kurang. Hanya saja, bantuan yang diberikan hanya bersifat stimulan. Dengan begitu, diharapkan ada swadaya masyarakat untuk membantu proses rehab rumah sehingga pembangunan bisa maksimal.
“Tidak kami pungkiri karena perbaikan rumahnya itu banyak maka nilainya bertambah. Dari situ diharapkan ada swadaya dari masyarakat sekitar untuk ikut menyelesaikan perbaikan. Jadi tidak semuanya dibangun pakai dana RTLH,” ucapnya.
Ali menambahkan, jika ada penyunatan anggaran maka akan terlihat begitu pekerjaan diserahterimakan oleh rekanan kepada Disperkim. Di samping itu, dia kembali menegaskan, hanya akan membayar rekanan sesuai dari laporan pekerjaan.(HS)

Proses Pembangunan Pasar Banyumanik dan Wonodri Lamban

Terima DIPA, Ganjar Pastikan Pembangunan Jateng Selaras Dengan Pusat