in

Disperkim: Mulai Malam Ini Separuh PJU Jalan Protokol di Kota Semarang Akan Dipadamkan

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali saat diwawancarai awak media.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mulai malam ini atau Kamis (15/7/2021) malam akan memberlakukan pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan umum protokol. Sedangkan jumlah PJU yang akan dinyalakan hanya separuhnya saja, atau sebesar 50 persen dari jumlah total sebanyak 129 ruas jalan umum protokol di Kota Semarang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, kebijakan pemadaman PJU di ruas jalan umum yang dipadamkan di Kota Semarang tidak hanya di 14 lokasi saja, tetapi semua PJU di jalan umum protokol di Kota Semarang. Adapun total jumlah jalan umum protokol di Kota Semarang ada sebanyak 129 ruas jalan.

“Iya, kebijakan pemadaman PJU di semua jalan umum ini adalah instruksi langsung dan arahan dari Bapak Kapolda Jateng melalui Bapak Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi,” katanya.

Dan mulai hari ini, ada instruksi dari Wali Kota, untuk menyalakan sebesar 50 persen PJU dari jumlah total ruas jalan umum protokol. Pemberlakuan pemadaman PJU di ruas jalan umum, kata Ali, direncanakan mulai tanggal 12 Juli -20 Juli 2021.

“Adapun dasar kita untuk menyalakan kembali PJU, yaitu terkait angka Covid-19 di daerah itu masih tinggi atau tidak. Kalau tinggi dipadamkan, ada atau tidaknya penyekatan jalan di daerah itu. Tentunya kalau ada juga akan dimatikan PJU jalan umumnya. Terutama di jalan yang punya potensi adanya keramaian seperti di tempat usaha restoran cepat saji agar tidak terjadi kerumunan, juga kita matikan,” imbuhnya.

“Untuk pemadaman PJU di ruas jalan umum protokol ini sudah dipetakan, dan tim kita bergerak. Nanti malam, Jalan Sriwijaya termasuk yang kita matikan PJU-nya. Sebab di situ ada toko-toko dan banyak yang berjualan. Kemungkinan mulai dari perempatan ruas Jalan Pahlawan sampai Wonderia, nanti kita hidupkan, sedangkan di ruas jalan mulai Wonderia hingga perempatan Pasar Peterongan bisa dipadamkam,” paparnya.

Sedangkan untuk jangka waktu pemadaman PJU di ruas jalan umum tersebut akan diberlakukan Pemerintah Kota Semarang sampai melihat kondisi trend kasusnya. Dan apakah nantinya ada perpanjangan PPKM setelah tanggal 20 Juli 2021 ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti.

“Nanti tentunya dengan melihat kondisi Covid-19 masih tinggi, kematian tinggi akan diperpanjang. Sampai sekarang belum ada rencana untuk perpanjangan PPKM,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, saat ini pihaknya menutup tiga ruas jalan, yaitu pertama Jalan Dr Sutomo (Kalisari) ke arah Tugu Muda dialihkan ke Jalan Hos Cokroaminto.

Lalu, Jalan Soegiyopranoto (depan Hotel Siliwangi) ke arah Tugu Muda dialihkan ke Jalan Indraprasta. Dan Jalan MH Thamrin (Simpang Fatimah Zahra) menuju Pandanaran dialihkan ke Jalan Kampung Kali.

“Penutupan jalan ini berdampak pada penurunan mobilitas masyarakat yang turun hampir 30 persen dan menjadi cara yang efektif. Harapannya tentu Semarang bisa menuju zona hijau,” katanya.

Ruas jalan yang ditutup ini, kata dia, dilakukan atas pertimbangan aktivitas masyarakat di beberapa ruas jalan ini tergolong masih ramai. Selain itu Dishub bersama Polrestabes Semarang juga melakukan penyekatan di empat titik, yakni di Terminal Mangkang, Taman Unyil, Penggaron, dan di Genuk.

“Kita juga lakukan penyekatan di empat titik masuk ke Semarang untuk mengurangi mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Penutupan ruas jalan di Semarang, kata dia, sedikitnya ada 40 ruas jalan yang ditutup, misalnya Senin (12/7/2021) kemarin, di antaranya Jalan Dr Wahidin, Jalan Sriwijaya, Kartini, Hasanudin, Jalan Hadi Subeno (Cangkiran) sudah dilakukan penutupan. Jumlah total ada 40 ruas jalan yang ditutup.(HS)

Share This

TNI Pastikan Obat Isoman Gratis Sampai Tepat Sasaran

Awalnya Tidak Suka, Sekarang Memperjuangkan Hak Anak Jalanan