Disperkim Mulai Lakukan Perbaikan Rumah Rusak Akibat Bencana

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang saat ini sudah melakukan penanganan paska bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung, yang melanda di Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Yakni melakukan berupa perbaikan kepada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Semarang ada sekitar
27 kasus. Di antaranya talut amles, tebing yang menimpa rumah, dan jalan permukiman.

“Kemarin kita sudah lakukan perbaikan beberapa titik di rumah warga korban banjir di Rowosari, Tembalang. Saat ini sudah ada beberapa rumah yang mulai kita kerjakan,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya skala prioritas yang pertama untuk dilakukan perbaikan yakni di wilayah Rowosari. Di sana kegiatan yang dilaksanakan yaitu perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana banjir.

“Saat ini kami masih melakukan survei, termasuk di Kelurahan Trimulyo, Genuk. Namun kerusakan terbesar terjadi di Rowosari. Sehingga kita prioritaskan perbaikannya di Rowosari terlebih dulu,” terangnya.

Selanjutnya, nanti pihaknya baru melakukan perbaikan secara bertahap ke daerah Mlatibaru, Mlatiharjo, dan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur yang terkena musibah angin beliung.

“Selain rumah rusak karena terkena banjir dan longsor, juga ada kasus di Kecamatan Semarang Timur yang diterjang angin puting beliung, yaitu di Kelurahan Kebonharjo, Semarang Utara,” imbuhnya.

Selain itu dalam penanganan bencana di Kota Semarang, baik kerusakan rumah maupun jalan memang ada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD.

“Kemarin itu ada tiga instansi yang ditunjuk Pak Wali yakni Disperkim, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD. Yang fleksibel itu di BPBD karena menggunakan dana bantuan tak terduga (BTT). Lalu kalau di Perkim dan PU sesuai dengan anggaran yang ada,” terangnya.

“Misalnya jalan di permukiman, terkena longsor bisa kita tangani selama anggaran yang ada. Dan kalau anggaran yang ada tidak mencukupi, kita alihkan ke BPBD. Dengan anggaran BTT itu,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.