in

Disperkim Kota Semarang Siapkan Juknis Kriteria Lahan Makam yang Diserahkan Pihak Pengembang

Sebuah alat berat bantuan dari BSB tengah meratakan lahan makam untuk membantu membuatkan lubang makam di TPU Jatisari.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang bakal menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) atau aturan terkait persyaratan atau kriteria mengenai kondisi lahan makam, yang nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Sebab, selama ini pihak pengembang saat menyerahkan lahan untuk fasilitas umum (Fasum) berupa lahan makam masih sebatas memenuhi persayaratan luasannya.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, pihak pengembang selama ini saat menyerahkan lahan Fasum-nya yang akan digunakan untuk lahan pemakaman, baru sebatas memenuhi luasan lahan yang wajib diserahkan pengembang.

Belum memperhatikan kondisi lahan yang diserahkan itu ternyata posisinya ada yang terjal dan datar, serta ada pula yang dengan kemiringan 60 derajat.

“Sehingga lahannya agak sulit untuk digunakan sebagai lahan makam. Sehingga kami akan membuat juknis terkait persyaratan atau kriteria seperti apa seharusnya lokasinya dan kondisi lahan yang akan diserahkan untuk fasilitas umum berupa makam oleh pengembang,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Kamis (28/7/2021).

Pipie mencontohkan, kondisinya seperti lahan makam di TPU Jatisari untuk pemakaman jenazah positif Covid-19, tidak semuanya bisa digunakan untuk pemakaman.

“Dari luasan yang ada, misalnya satu hektare lahan makam hanya 40 persennya saja yang bisa digunakan untuk lahan makam. Sehingga dengan lahan yang ada itu, coba kita kepras untuk meratakan lahan, agar tidak terlalu miring dan bisa terpakai lebih luas,” imbuh Pipie.

Pihaknya berharap dengan adanya juknis kriteria lahan makam yang diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang dari pengembang bisa memudahkan dalam penataan lahan makam.

“Sehingga makam terlihat asri dan rapi, yang selama ini menganggap makam menyeramkan, ke depan kami akan menyediakan beberapa fasilitas umum untuk masyarakat di sekitar TPU Jatisari,” pungkasnya.(HS)

Share This

Sejak Kecil Suka Membaca

Para Nelayan Menjadi Tulang Punggung Keluarga, Perlu Perlindungan Asuransi untuk Proteksi