in

Disperkim: Di TPU Jatisari Sehari Rata-rata Ada Empat Sampai Lima Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Suasana pemakaman Pasien Covid-19 di TPU Jatisari, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dalam sehari Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menyatakan rata-rata ada sebanyak empat sampai lima pasien Covid-19 yang meninggal dunia dimakamkan di TPU Jatisari, Mijen. TPU Jatisari saat ini digunakan Pemerintah Kota Semarang untuk memakamkan jenazah warga yang terpapar virus Corona.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan, setiap harinya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menyiapkan 10 sampai 15 lubang untuk pasien Covid-19 yang meninggal.

Tingginya kebutuhan makam untuk jenazah Covid-19 ini, membuat pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk menggali lubang makam dengan menggunakan alat berat, agar pembuatannya lebih cepat.

“Bulan ini kebutuhannya sangat tinggi, total hingga per 24 Juni 2021 ada sebanyak 100 jenazah Covid-19 yang dimakamkan. Dan rata-rata perharinya terisi 4-5 lubang warga yang meninggal karena Covid-19,” jelas Pipie, sapaan akrabnya, Jumat (25/6/2021).

Sedangkan total jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jatisari, Mijen dari Januari 2021- Mei 2021 ada 145 lubang.

Karena permintaannya tinggi setiap harinya, kata Pipie, pihaknya harus menggunakan alat berat untuk menggali lubang.

“Apalagi lahan di sana sebagian banyak material batu sehingga menyulitkan jika digali dengan tenaga manusia, dan posisi lahannya juga miring,” katanya.

Pipie menjelaskan, satu alat berat berupa eksavator kecil dipinjam Disperkim dari DPU. Setelah lubang jadi, baru petugas pemakaman di TPU Jatisari merapikan lubang yang dibuat.

“Kalau tidak kita siapkan, kasihan tenaga yang ada di pemakaman, karena kebutuhannya tinggi. Kadang juga korban Covid-19 datangnya pada malam hari sampai tengah makam,” imbuhnya.

Sampai akhir tahun ini, Disperkim di TPU Jatisari hanya menyisakan 400 lubang untuk lahan sebesar tiga hektare yang saat ini telah digunakan.

Angka tersebut  seusai dengan pengalaman di awal pandemi Covid-19 yang mencapai angka 400 sampai 500 makam telah digunakan. Namun langkah antisipasi juga dilakukan perluasan lahan sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang sadah ada.

“Kita belajar dari tahun kemarin, untuk menyiapkan 400 lubang ini secara bertahap, kalau memang dibutuhkan ya kita siap melakukan perluasan atau membuka lahan yang masih ada,” tambah Kasi Penyelenggaraan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Djunaidi.

Sementara untuk tenaga pemakaman, khusus di TPU Jatisari ada empat sampai lima petugas. Namun karena tingginya permintaan angka pemakaman, akhirnya petugas TPU terdekat dikerahkan untuk stand by selama 24 jam.

“Bukan hanya dari Semarang, ada juga yang dari luar Semarang. Problemnya adalah ketika harus memakamkan bareng, datangnya pun tengah malam,” pungkas Djunaidi.(HS)

Share This

Guna Mencukupi Kebutuhan Bagi Warganya, Pemdes Sarirejo Stok Oksigen Sendiri

Selvi Ananda Sambangi Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor