in

Disperkim Akan Menata Pemakaman Agar Tak Lagi Menyeramkan

Foto ilustrasi: Penggali kubur Covid-19 di TPU Jatisari, Mijen, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Selama ini pemakaman umum selalu identik dengan tempat yang menyeramkan. Maka untuk itu, Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mulai melakukan penataan bentuk makam, yang ke depannya mengubah mindsite warga kalau makam atau pemakaman itu menyeramkan.

Kasi penyelenggaraan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Djunaidi mengatakan, pihaknya akan mulai menata makam di TPU milik Pemkot Semarang secara bertahap. Ke depan makam-makam milik pemkot akan ditanami rumput di atasnya, patoknya juga hanya dibuat sederhana berbentuk trapesium hanya untuk identitas nama tanggal lahir dan meninggal.

“Patoknya nggak boleh kijing, cuma ditanami rumput sehingga keliatan asri dan hijau. Jadi dulu mindset makam menyeramkan kini tidak lagi,” katanya, Rabu (9/6/2021).

Dia menambahkan, saat ini pemakaman umum milik Pemkot Semarang ada sebanyak 13 TPU. Dan kondisi di TPU secara umum, masing-masing berbeda.

“Ada yang kapasitasnya memang sudah overload tidak menerima lagi maupun masih ada lubang untuk diisi dengan jenazah. Adapun TPU yang sudah overload ada empat yaitu TPU Dadapan Meteseh, TPU Trunojoyo Banyumanik dan TPU Sompok Peterongan serta TPU Bergota, Randusari,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, kebutuhan lahan pemakaman di Kota Semarang relatif tinggi. Tingkat hunian atau okupansi tempat pemakaman umum (TPU) milik Pemkot Semarang sekitar 10 sampai 70 persen dari luasan lahan. Bahkan, ada tiga TPU yang overload, yakni TPU Trunojoyo, TPU Sompok, dan TPU Bergota.

Maka untuk itu, Pemkot Semarang diminta mencari solusi terkait hal ini.

“Salah satu solusinya, menambah lahan pemakaman dengan melibatkan pengembang perumahan. Dorong pengembang perumahan untuk menyediakan lahan pemakaman, dan segera diserahkan ke pemerintah. Agar bisa menambah area pemakaman, untuk memenuhi kebutuhan pemakaman di Kota Semarang,” katanya.(HS)

Share This

Ganjar Dorong Balai Litbang Vektor Salatiga Jadi Pusat Tes Genome Squencing di Jateng

Ganjar Jenguk Pasien Covid di Donohudan, “Menunya Jangan Ayam Terus Pak, Mbok Ganti Lodeh Sama Tempe”