Disperkim Akan Bantu Tangani Tebing Longsor di Tikungan PT Sango yang Gerus Makam Warga

Kondisi tanah longsor di tikungan PT Sango di pingggir ruas Jalan Pantura, Semarang-Mangkang yang juga menggerus dua makam warga, Selasa (16/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Permukiman ( Disperkim) Kota Semarang telah melakukan upaya penanganan lokasi tanah longsor yang menggerus makam warga di wilayah RT 1 RW 7 Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, tepatnya di tikungan PT Sango atau tepi jalan Semarang-Mangkang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi tanah longsor yang menggerus makam warga sekitar.

“Ini memang baru kemarin kita sudah cek  ke lokasi tanah longsor di sana. Nantinya, akan kita bantu menanganinya bersama dengan PU,” terangnya, Kamis (18/2/2021).

Namun, dari peninjauan lapangan, kata Ali, dilihat dari konstruksi tanah butuh penanganan serius karena makam berada persis di sisi tebing yang rawan longsor.

“Tapi kita akan tetap berbuat. Nanti mau seperti apa. Biar lahan makam tidak tergerus longsor lagi, nanti kalau ada keluarganya yang mau berziarah kan gak bisa,” imbuhnya.

Salah satu Petugas DPU Kota Semarang, Misroni mengatakan, Dinas PU sejak hampir sepekan telah mengerahkan satu alat berat di lokasi tebing longsor ini.

Karena ada permintaan dari pihak kelurahan setempat, untuk membantu membersihkan runtuhan longsor yang menutupi sebagian trotoar dan selokan di ruas jalan Pantura.

“Ada empat personel yang disiagakan di lokasi longsor ini. Terdiri dari satu orang sopir truk, dua orang operator alat berat dan satu orang lainnya sebagai petugas pembersih,” katanya, saat ditemui dilokasi.

Material runtuhan longsor, seperti berupa tanah, batang pohon, dan batu, saat ini sudah dikumpulkan di satu lokasi dan dibersihkan. Sehingga tidak menganggu pejalan kaki yang lewat di trotoar tersebut.

Kejadian longsor ini selain membuat ambles tanah sekitar empat meter dan dengan panjang tujuh meter, juga ikut menggerus dua makam warga hingga jatuh ke bawah yang terbawa longsoran.

“Ada dua makam lama yang jatuh saat longsor terjadi. tanda makam atau nisan terbuat dari kayu dan batu pun jatuh dari tebing bercampur dengan runtuhan longsoran. Dan satu makam baru, juga terlihat nyaris hampir jatuh juga ke bawah,” imbuhnya.

Memang ada tiga makam warga yang berada persis di lereng tebing longsor karena berada paling pojok lahan pemakaman umum warga. Bagian makam tersebut kondisinya belum ditalut dan dipagari.

“Seharusnya penanganannya dibuat talut permanen dari batu. Biar longsor tidak makin parah, karena saat ini hanya dipagar kayu, tidak kuat menahan dari tekanan tanah yang tergerus air yang masuk ke dalam,” ujarnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.