in

Disnaker: Perusahaan Menunggak Bayar BPJS, Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Karyawan Tak Cair

Foto Ilustrasi pekerja pabrik. (Dok/Kemenperin.go.id)

 

HALO SEMARANG – Tahun 2021 ini pemerintah kembali mencairkan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi karyawan. Bantuan tunjangan gaji senilai Rp 1 juta ini, diberikan kepada masing-masing karyawan yang terdaftar keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun demikian, apabila ada perusahaan yang menunggak atau tidak membayar BPJS karyawan, maka akan mengakibatkan karyawan tersebut tidak bisa mendapatkan bantuan ini.

“Pencairan bantuan ini akan bertahap. Sebagian sudah cair. Semua karyawan yang telah terverifikasi langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Pekerja tinggal buka tabungannya, apakah sudah bertambah Rp 1 juta atau belum,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno, baru-baru ini.

Dijelaskannya, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Pasal 3, subsidi tersebut diperuntukkan bagi karyawan warga Negara Indonesia, masih aktif membayar BPJS hingga bulan Juni 2021, gaji maksimal Rp 3,5 juta dan berada di wilayah PPKM Level 4.

“Mekanismenya, pihak yang mengusulkan adalah BPJS Tenaga Kerja kepada Kementerian Tenaga Kerja untuk dilakukan verifikasi. Proses pencairan akan langsung masuk ke rekening karyawan yang terdaftar di Bank Jimbara yang terintegrasi dengan keanggotaan BPJS,” katanya.

Ada beberapa kemungkinan apabila karyawan dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta belum mendapatkan bantuan ini. Misalnya, ada perusahaan yang masih aktif, tapi perusahaan tersebut belum membayar BPJS hingga Juni 2021.

“Maka akibatnya karyawan tidak menerima bantuan ini. Solusinya, silakan pihak perusahaan yang menunggak BPJS segera melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Perusahaan tersebut harus membuat komitmen kesanggupan bisa membayar kapan dan seterusnya, supaya hak karyawan mengenai subsidi bisa didapatkan,” imbuhnya.

Jika perusahaan tersebut tertib pembayaran BPJS, lanjut Sutrisno, hak karyawan untuk menerima bantuan ini langsung dicairkan.

“Karyawan tidak perlu mengurus. Karyawan yang sudah menerima tunjangan ini otomatis dia menggunakan nomor bank yang tahun 2020 lalu dipakai penyaluran bantuan. Bisa juga karyawan yang belum mendapatkan bantuan uang tunai Rp 1 juta ini sedang diurus oleh BPJS,” katanya.

Apabila ada karyawan yang belum menerima bantuan tersebut, Sutrisno menyarankan agar berkoordinasi dengan serikat pekerja untuk mengecek di BPJS.

“Apakah perusahaan tersebut telah membayar BPJS karyawan atau belum. Jika belum, maka tanggungan perusahaan yang masih menunggak ya segera dibayar,”harapnya.(HS)

Share This

Songsong Peringatan HUT Kemerdekaan RI, Rektor Udinus Bacakan Puisi Karya Ketua PWI Jateng

Polres Pati Berinovasi Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi