in

Disnakan Boyolali Pantau Kesehatan Reproduksi Sapi

Tim kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, memeriksa kesehatan reproduksi sapi, di Desa Kalinanas, Kecamatan Wonosamodro, Kamis (7/10), (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali, memantau kesehatan reproduksi sapi, dalam rangka mendukung swasembada daging sapi di Kabupaten Boyolali.

Dalam pemantauan tersebut, tim juga akan menangani masalah reproduksi pada ternak-ternak itu, termasuk dengan memberikan pengobatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali, Afiany Rifdania, belum lama ini.

“Penanganan sapi tahun ini kami mendapatkan alokasi target untuk penanganan gangguan reproduksi dan kesehatan pedet (anak sapi)  sebanyak 2.285 dosis dari Kementerian Pertanian,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dia mengatakan dalam menjalankan program tersebut, pihaknya menerjunkan enam tim ke lapangan untuk memantau kesehatan sapi.

“Kami cek, misalnya sapi yang harusnya bunting tapi tidak bunting. Juga sapi yang habis melahirkan dalam waktu tertentu tidak birahi. Kami juga menolong jika ada kesulitan dalam melahirkan. Kami coba membantu kelahiran, itu semua sifatnya gratis. Itu penanganan,” jelas dia.

Sapi yang telah ditangani, akan selalu dipantau dalam tiga pekan ke depan. Apabila belum sembuh, sapi akan ditangani lagi hingga dilakukan pemantauan kedua. Kegiatan tersebut dimulai sejak 21 September lalu dan berakhir pada 28 September. Selanjutnya dilakukan pemantauan. Kasus yang ditemukan sejauh ini sekitar 30-50 kasus per kegiatan.

Adapun dari hasil pemeriksaan terhadap ratusan sapi di Desa Kalinanas, Kecamamatan Wonosamodro, Kamis (7/10), ditemukan beberapa sapi yang telah masuk masa reproduksi, tetapi terdapat indikasi mengalami birahi tenang atau silent heat.

“Mengidentifikasi kejadian silent heat kemudian kita berikan pengobatan, kita berikan vitamin untuk reproduksi, vitamin A, D, E dan juga obat cacing. Tujuannya untuk kembali menormalkan sistem dari tubuh, supaya bisa mengeluarkan tanda-tanda birahi,” kata dia.

Saat ini populasi sapi di Kabupaten Boyolali sekitar 180.000 ekor. Apabila semua sapi betina di Kabupaten Boyolali bisa berkembang biak dengan baik. setidaknya satu ekor, populasi sapi akan terus bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi secara mandiri. (HS-08)

Share This

Gunakan Vibroseis, Pertamina Mulai Teliti Struktur Bawah Permukaan Sub-Vulkanik Jawa

Usia 102 Tahun, Mbah Lamidi Semangat Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Klaten