Diskusi Nasionalisme, Ustadz Jamaludin : Tak Semua Alumnus Ngruki Fanatik

Foto : Tribratanews.jateng polri.go.id

 

HALO BANJARNEGARA –Alumnus Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustadz Jamaludin menyatakan siap bersinergi dengan Polri, untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif, dalam membangun masyarakat dan bangsa yang berakhlaqul karimah.

Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam diskusi Alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki dan Polres Banjarnegara, baru-baru ini. Diskusi bertajuk “Memperkuat Nasionalisme dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” ini, digelar di Ponpes Darul Ulum Khutab Desa Sumberejo Batur.

“Semoga ke depan kerja sama Polri dengan masyarakat mampu terjalin kuat salah satunya dengan acara disksui seperti ini,” kata Jamaludin, seperti dirilis Tribratanews.jateng polri.go.id.

Menurutnya, Alumni Ngruki tidak semua fanatik seperti yang di bicarakan di luar sana dan sikap tersebut adalah sikap oknum.

“Ada sebagian masyarakat, yang memandang sosok alumni Ngruki identik dengan terorisme dan radikal, padahal itu hanya perilaku oknum dan bukan cerminan dari alumni,” ujarnya.

Ia mengungapkan, Alumi Ngruki di Kecamatan Batur banyak mengisi berbagai bidang keahlian.

“Mulai dari pendidikan, pemerintahan, pertanian, perdagangan, Insyaallah kami selalu berusaha bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Banjarnegara, AKP TS Margo Yuwono SH, mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam diskusi itu adalah dalam rangka membawa misi Negara. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersatu membangun dan menjaga Bangsa Indonesia.

“Permasalahan nasionalisme menjadi tugas kita bersama, maka pelajaran sejarah dan perjuangan bangsa jangan sampai hilang di semua jenjang pendidikan,” kata dia.

Dia menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan rumah yang harus terus dirawat dengan nilai-nilai Nasionalisme, ibarat sebuah rumah apabila tidak dirawat dengan baik akan rapuh dan bahkan bisa runtuh.

“Nasionalisme dan agama harus saling mengisi dan melengkapi, maka, dalam pendirian lembaga pendidikan apapun seharusnya para santri dan siswa di ajarkan upaya-upaya menjaga Nasionalisme bangsa dan negara disamping memberikan pelajaran unggulan utama yaitu agama,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, diskusi dipimpin Kanit 6 AIPDA Amin Yulianto bersama dengan anggota lain.

“Banit VI Sat Intelkam Polres Banjarnegara dan 2 Anggota,” tuturnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.