Dishub Prakarsai Studi Kelayakan Rencana Pembangunan Fly Over Pelabuhan dan KIK

Foto ilustrasi flayover.

 

HALO KENDAL – Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Kendal rencananya akan membangun jalan layang (flyover) di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Pelabuhan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPURR) Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, rencana pembangunan nantinya ada dua titik flyover.

Saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap penyaiapan Feasibility Study atau studi kelayakan.

“Kira-kira layak atau tidak, pembangunan flyover di sana. Makanya kemarin Dishub mengundang kami dan Polres, untuk menganalisis kelayakan dari rencana pembangunan flyover di jalan akses KIK dan Pelabuhan Kendal,” terang Sugiono di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, yang perlu ditinjau adalah dari segi lalu lintas, fungsi, dan ekonomi jalan raya.

Dikatakan, pelabuhan Kendal yang nantinya akan disinggahi oleh kapal-kapal besar, sehingga mempunyai lalu lintas keluar masuk truk ekspedisi yang tinggi. Sehingga dapat membuat kemacetan di jalan sekitarnya.

“Di samping itu, pembangunan dua titik flyover, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas KIK, yang rencananya nanti ada ratusan pabrik dibangun di sana karena butuh layanan jalur. Terutama saat masuk jam kerja dan pulang kerja,” terang Sugiono.

Dijelaskan, arteri mempunyai fungsi mengantarkan arus lalu lintas antardaerah, antarprovinsi yang memiliki kecepatan tinggi. Minimal 80 km/jam dan diatas 100 km/jam.

“Jadi seharusnya di sana tidak boleh ada arus lambat atau jalur yang memotong jalan arteri. Apalagi arteri yang ada saat ini baik dari bengkel atau dari rumah makan bebas keluar masuk arteri,” jelas Sugiono.

Lebih jauh ditambahkan, sebentar lagi sudah ada jalur tol Semarang-Demak dan Semarang sampai KIK. Kemudian ada tol laut yang menghubungkan masing-masing pelabuhan.

Hal ini yang dinilai akan membuat krodit arus lalu lintas, terutama di dua titik jalan keluar masuk. Yakni jalur keluar masuk pelabuhan dan jalur keluar masuk KIK.

“Apalagi nantinya ada tol laut, dari Demak ke Semarang ke Kendal melalui tol laut akan masuk ke jalur Pelabuhan Semarang kemudian Pelabuhan Kendal. Nah itulah yang dibahas dalam pertemuan kemarin,” jelasnya.

Giyono juga mengaku, jalan arteri yang ada sekarang seharusnya membuatkan jalur lambat seperti ring road Jogja. Karena menurutnya, secara fungsi jalan itu dibagi menjadi beberapa bagian, yakni jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan.

“Jalan arteri sendiri dibagi dalam dua bagian, yaitu jalan arteri primer, yang merupakan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional. Kemudian sekunder, yang disusun berdasarkan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan secara menerus,” terang Sugiono.

Dijelaskan, Jalan Arteri Kaliwungu adalah primer, mestinya tidak boleh diganggu oleh ada keluar masuk jalan. Kecuali kalau jalan lama.

“Kemarin konsultan sempat ditanyakan, Jalan Arteri Kaliwungu mau dijadikan untuk pengembangan wilayah, atau tetap sebagai arteri. Saya jawab, tetap sebagai jalan arteri,” ungkap Sugiono.

Nah untuk yang masuk Kaliwungu, lanjutnya, adalah arteri bukan primer lagi, karena kanan kirinya sudah ada toko, pasar dan sebagainya.

Sugiono juga mengaku, mestinya di jalan kota Kaliwungu sudah harus ada flyover.

“Daerah lain yang jalur melewati pasar sudah banyak yang dibangun flyover untuk mengurangi kepadatan. Contohnya di Cirebon,” ujarnya.

Saat ditanya kapan pelaksanaan rencana pembangunan flyover ini setelah selesai dikaji dan diusulkan, Sugiono mengaku hal tersebut adalah kewenangan dari pemerintah pusat.

“Rapat kemarin itu digelar oleh Dishub Kendal hanya membicarakan teknis saja, karena dinilai sudah mendesak. Soal penganggaran bukan menjadi ranah kami,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.